03 Oktober 2017
Pagi hari di ruang kerja Direktur Utama CJM Entertainment—agensi penyelenggara acara 99 Girls—terasa sangat tegang. Di atas karpet bulu nan mewah, Seongmin berlutut di hadapan seorang pria berbusana rapi berusia tiga puluhan akhir.
"Sajangnim... Ku mohon beri Lisa Eonnie kesempatan dan waktu untuk membuktikan bahwa dirinya sama sekali tidak seburuk apa yang dituduhkan media saat ini," panggil Seongmin penuh rasa iba, mengabaikan rasa sakit di pergelangan kakinya yang dibungkus gips.
Pria berkepala tiga tersebut desah pelan. Ia melangkah mendekat dan memegang kedua bahu Seongmin. "Seongmin-a, kau tidak perlu berlutut seperti ini padaku. Aku ini pamanmu," tutur Ji Changwook lembut—pria itu merupakan adik kandung dari ibu Seongmin. Ia membantu keponakannya berdiri kembali dan membimbingnya duduk di sofa kulit.
"Kau begitu menyayanginya, hm?" ucap Changwook hangat sembari mengelus pipi chubby Seongmin.
"Nde... Aku merasa sangat nyaman dan terlindungi jika berada di dekat Lisa Eonnie, Samchon. Dia... dia secara tidak langsung menggantikan posisi Oppa dalam hidupku," tutur Seongmin dengan nada bergetar di dalam dekapan Changwook. Changwook adalah satu-satunya sosok keluarga kandung yang masih menaruh perhatian dan kasih sayang tulus padanya; bahkan partisipasi Seongmin dalam acara 99 Girls disetujui oleh Changwook murni demi menuruti keinginan keponakannya itu.
"Geure... Karena kau sangat memercayainya, kita akan bantu temanmu itu. Adakan konferensi pers resmi. Aku akan meminta tim PR menyiapkan media-media utama. Namun ingat, kau harus membawa bukti yang benar-benar kuat untuk membersihkan namana," tegas Changwook. Seongmin mengangguk mantap.
Saat Seongmin berdiri dan berniat melangkah menuju pintu keluar, daun pintu kayu jati itu terdorong dari luar, menampilkan sosok pria tinggi yang sangat dikenal oleh Seongmin.
"Sajangnim, manajer dari Lee Lisa baru saja tiba. Beliau menyatakan membawa bukti-bukti otentik yang membuktikan bahwa Lee Lisa tidak bersalah," ujar sekretaris Changwook memberi laporan.
"Shin Ho..." Belum sempat Changwook menyelesaikan ucapannya karena terkejut melihat sosok pria tersebut, Seongmin langsung menyela.
"Jung Hoseok Samchon! Dia datang ke sini murni sebagai manajer pribadi dari Lisa Eonnie. Dan kau, jalankan tugas manajemenmu dengan profesional!" potong Seongmin ketus dengan nada dingin, menusuk lurus ke arah Hoseok.
Changwook berdiri kebingungan di belakang mejanya, menatap interaksi sengit antara kedua keponakannya yang tampak seperti musuh bebuyutan.
"Bagaimana kabarmu, Seong..." Hoseok mencoba menyapa dengan nada bersalah.
"Tidak usah berbasa-basi sok perhatian! Aku mohon fokus saja pada artis yang kau dampingi saat ini. Bantulah Lisa Eonnie-ku, JUNG HOSEOK-SSHI!" tekan Seongmin pada setiap suku kata nama Hoseok. Tanpa menunggu balasan lagi, ia melangkah pergi dengan jalan tertatih-tatih melintasi koridor.
"Dari mana kau mengambil marga itu, Hoseok-a?" tanya Changwook heran begitu pintu tertutup, merujuk pada marga 'Jung' yang digunakan keponakannya.
"Dari seorang wanita tua berhati mulia yang kutolong beberapa tahun lalu di desa, Samchon. Beliau yang menampung dan merawatku hingga saat ini," jelas Hoseok dengan pandangan meredup. Changwook hendak bertanya lebih jauh mengenai konflik masa lalu keluarga mereka, namun ia sadar prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan posisi Lee Lisa.
...
...
Di dalam ruangan perawatan kelas atas bernuansa putih yang sunyi, Jisoo terbaring di kasur pasien dengan selang infus menancap di punggung tangannya. Wajahnya masih sangat pucat akibat kelelahan fisik dan tekanan emosional hebat.
KAMU SEDANG MEMBACA
STAY
FanfictionPlease Just Choose to Stay . . . . Kisah seorang gadis bermarga Lee, rasa kesepian yang selalu menemaninya semasa kecil. Berjuang untuk karir yang tak sejalan dengan karir keluarganya. Kisah si Bungsu Lee yang seolah mendapat perhatian dari kelurga...
