27. SevG The Last Concert

1.6K 129 8
                                        

3 Januari 2020

"Eonnie tidak akan memukulmu, ish!" Jennie mendengus keras, tangannya terhenti di udara tepat di atas kepala Lisa. Matanya menatap tajam namun tersirat rasa bersalah ketika melihat Lisa yang refleks menutupi wajahnya dengan kedua lengan, meringkuk kecil seolah menanti benturan yang tak kunjung datang.

"Itu risiko atas tindakanmu sendiri di masa lalu, Jendeuk-ah," potong Jisoo tenang dari tepi sofa. Tangannya sibuk merapikan lipatan celananya, mewakili ketakutan terselubung yang dirasakan si bungsu. "Kau tidak bisa menyalahkannya jika dia masih memiliki trauma refleks seperti itu padamu."

Jennie memutar bola matanya malas, namun perlahan menurunkan tangannya dan merengkuh bahu Lisa pelan, menyalurkan rasa penyesalan yang mendalam. Mereka berdua tentu sudah berbaikan sebulan yang lalu. Beruntung saat itu Jennie memaksa Hoseok memberi tahu alamat tempat tinggal sementara Lisa, bahkan tanpa mengindahkan larangan tegas Jisoo yang sempat melarangnya menemui Lisa. Jennie tidak pergi sendiri; ia membawa Rosé bersamanya untuk mengunjungi adik kecil mereka.

Hari itu, Jennie dan Rosé menangis terisak di hadapan Lisa, memohon ampunan atas segala salah paham di masa lalu. Lisa, dengan hati seluas samudra, tidak tega melihat kedua kakaknya tergerak oleh deraian air mata penyesalan. Meskipun di sudut hatinya, Lisa tak bisa menampik bahwa rasa sakit itu masih membekas. 

Tragedi Mommy Inna di rumah sakit kala itu bukanlah kali pertama mereka salah paham padanya. Namun bagi Lisa, mengampuni adalah satu-satunya jalan agar hatinya tidak makin hancur.

"Geundee... Lisa-ya, ini sebenarnya apartemen siapa? Kenapa kau hanya sendiri di tempat sebersih dan seluas ini?" Jisoo mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan bergaya minimalis itu. Ketiga saudari Lee tersebut mengunjungi Lisa tepat tiga hari sebelum konser terakhir SevG dilaksanakan.

"Milik Seongmin, Eonnie. Dia sedang keluar berkencan," jawab Lisa seraya membenarkan posisi duduknya. "Makanya aku meminjam apartemen ini sebentar. Di dorm SevG suasana sangat berantakan karena barang-barang kemasan untuk kepindahan kami."

Rosé mengangguk-angguk paham, namun Jennie mendadak menghentikan gerakannya. Matanya membelalak lebar. "Mwo? Kencan? Seorang idol berkencan saat masih terikat kontrak ketat agensi?"

"Kenapa kaget begitu? Kau juga berkencan, kan?" Lisa tersenyum goda menanggapi keheranan Jennie.

"Hoel, daebak! Jinjja?" Rosé ikut membelalak, memajukan tubuhnya ke arah Lisa dengan rasa ingin tahu yang membuncah. "Dengan siapa? Kenapa kau tidak pernah bercerita sedikit pun pada Eonnie?"

"Jungkook," sahut Jisoo santai sebelum Lisa sempat menjawab. Tangannya mengibaskan udara. "Apa itu belum cukup jelas untuk kalian? Jungkook akhir-akhir ini sangat sering berkunjung ke mansion Lee meski Lisa sedang tidak berada di sana. Bukankah sudah terlihat jelas kalau pria itu sedang berusaha mendekatkan diri dengan keluarga kekasihnya?"

"Aish! Jisoo Eonnie sudah tahu sebelum aku?!" Rosé menepuk paha sendiri dengan raut wajah tidak terima. "Yaaa... Jungkook itu benar-benar! Padahal aku sudah mewanti-wantinya untuk meminta izin padaku terlebih dahulu sebelum berani mengencani Lisa!"

Lisa menyipitkan mata, menatap Rosé heran. "Kenapa begitu? Aku yang berkencan, kenapa dia harus meminta izin padamu, Chaeng?"

"Tentu saja harus! Aku ini kakakmu, aku yang berhak menyaring siapa pria yang aman untuk adik kecilku!" seru Rosé membela diri.

"Dweso, dweso! Masalah izin bisa kalian bahas nanti. Makanan sudah selesai aku tata di meja. Mari makan sebelum semuanya menjadi dingin," lerai Jisoo pada akhirnya. Perutnya sudah menyuarakan protes keras karena sengaja melewatkan sarapan pagi demi menyelesaikan pekerjaan lebih awal agar bisa menghabiskan waktu bersama Lisa hari ini.

STAYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang