Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

30. Oppadeul

2K 129 8
                                        

Lisa menatap lurus pada sosok Jungkook yang duduk membisu di sebelahnya. Sudah hampir dua puluh menit berlalu sejak kedatangan pria itu, namun tak ada satu patah kata pun yang keluar dari bibirnya. Keheningan yang membungkus mereka terasa begitu pekat dan menekan. 

Lisa meremas jemarinya sendiri di atas pangkuan, mencoba menerka-nerka apa yang sedang bergolak di dalam kepala kekasihnya. Apakah Jungkook marah padanya karena telah menyembunyikan rahasia sebesar ini? Atau... pria itu teramat kecewa padanya?

"Oppa... apakah kau kecewa padaku?" tanya Lisa akhirnya, memecahkan keheningan yang serasa mencekik lehernya.

Jungkook menoleh lambat, menatap wajah Lisa sebentar sebelum kembali mengalihkan pandangannya lurus ke arah layar televisi yang mati di ruang keluarga mansion Lee. Suasana rumah besar itu amat lengang. Saat ini, hanya ada mereka berdua di ruangan tersebut beserta beberapa maid yang lalu-lalang menyelesaikan tugas. Anggota keluarga Lee yang lain sedang berada di rumah sakit bersama Dokter Junwan untuk berdiskusi dan mendapatkan penjelasan medis secara mendetail mengenai kerusakan katup jantung Lisa.

"Anni... tidak sama sekali, Lisa-ya," jawab Jungkook lirih. Matanya menunduk dalam, menatap sepasang sepatunya sendiri. "Oppa sama sekali tidak kecewa padamu. Oppa hanya... teramat kecewa dan benci pada diri Oppa sendiri. Bagaimana bisa Oppa mengaku mencintaimu, tetapi sama sekali tidak pernah tahu betapa besarnya penderitaan dan kesusahan yang kau tanggung sendirian selama ini?"

Lisa menghela napas parau. "Jangan terus-menerus menyalahkan dirimu seperti ini, Oppa. Melihatmu terus membisu tanpa mau mengungkapkan apa pun justru membuat dadaku terasa makin sakit."

Mendengar keluhan itu, Jungkook kembali menoleh. Pandangannya terkunci pada iris mata hazel milik Lisa—mata indah yang selalu berhasil memikat seluruh jiwanya.

"Hmmm... maafkan Oppa, nde?" Jungkook berusaha mengukir senyum tipis, mencoba mengusir atmosfer kelam di antara mereka. "Jadi... bagaimana dengan rencana kuliahmu ke London nanti?"

Belum sempat Lisa menjawab pertanyaan tersebut, langkah kaki yang terburu-buru terdengar memantul dari arah lorong depan. Dua sosok pria tampan muncul dari balik pintu utama—dua sosok kakak beradik yang sudah cukup lama tidak dijumpainya.

"OPPADEUL!" pekik Lisa gembira, seketika lupa akan rasa canggungnya. Ia langsung berhamburan berlari kecil menghampiri Kim bersaudara.

Taehyung merentangkan kedua tangannya lebar-lebar, menangkap tubuh Lisa dan merengkuhnya dalam pelukan hangat yang begitu protektif, sama sekali tidak membagi ruang untuk Seokjin.

"Aigoo! I miss you so bad, Lisa-ya!" keluh Taehyung seraya makin mempererat dekapan tangannya di punggung Lisa. "Setiap kali Oppa berkunjung ke mansion ini, kau selalu saja sudah terbang kembali ke dorm!"

"Aigoo, ya! Lepaskan adikku! Dia bisa sesak napas jika kau memeluknya erat seperti itu, Pabo-ya!" tegur Seokjin tegas. Ia menarik paksa tubuh Taehyung menjauh, lalu mengambil alih Lisa ke dalam pelukan hangatnya sendiri.

Lisa tertawa renyah di dalam dekapan Seokjin. "Kenapa kalian berdua baru berkunjung hari ini? Padahal aku sudah pulang ke mansion sejak kemarin lusa."

"Tanyakan saja pada kekasih kelincimu itu!" sungut Taehyung seraya menunjuk Jungkook dengan lirikan tajam. "Dia yang berjanji akan mengajak kami menyambut kepulanganmu bersama keluargamu, tetapi dia sendiri yang tiba-tiba membatalkannya dan membuat kekacauan kemarin malam!"

Taehyung kemudian berbalik dan melangkah santai menuju lorong kamar. "Aku mau ke kamar Jennie Nunna dulu—"

"YA! Byuntae! Jennie Nunna sedang keluar bersama yang lain!" teriak Jungkook panik.

STAYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang