2 Februari 2020
Sudah satu minggu berlalu sejak Lisa menjalani operasi besar perbaikan katup jantungnya di rumah sakit milik keluarga Lee. Perkembangan kesehatannya berlangsung amat pesat. Rasa nyeri tajam dan sesak napas yang dulu selalu menyiksanya kini tak pernah muncul lagi setelah ia keluar dari ruang ICU.
Kendati kondisi fisik Lisa sudah jauh membaik dan siap pulang, tak ada satu pun dari keluarga Lee yang membatalkan izin cuti sebulan mereka. Bagi mereka, keberadaan Lisa adalah prioritas absolut.
"Rose tidak mau tahu ya! Rose tetap ingin menetap selama satu minggu penuh untuk menemani Lisa di London! Lagipula perkuliahan Rose juga sedang libur semester, kan?!"
Rosé terus merengek sedari tadi. Ia secara sepihak menyusun rencana untuk tinggal beberapa hari di Inggris demi mendampingi adik bungsunya yang akan segera memulai babak baru perkuliahan di Oxford University.
"Kan Lisa sudah punya teman di sana, Eonnie... Eonnie pulang saja bersama yang lain ke Korea, nde?" Lisa mencoba menolak secara halus, memandang Rosé dari tempatnya berbaring.
"Kenapa? Kamu tidak suka Eonnie ada di sana mendampingimu?" tantang Rosé dengan pandangan menuntut ke arah sang adik, yang saat ini sedang bersandar nyaman di dada Jisoo yang sibuk bermain game di ponselnya.
"Boleh ya, Dad? Hmm? Please... please?" Rosé mengabaikan respons Lisa, beralih menggoyang-goyangkan lengan Dongwook seraya memasang raut wajah semelas mungkin.
Jennie yang semula fokus menatap layar iPad-nya mengangkat wajah. "Nanti malah kamu yang merepotkan dan merusak fokus belajar Lisa di sana."
"Ya sudah! Bagaimana kalau kita bertiga saja yang sekalian pindah ke sana?" usul Jisoo tiba-tiba, matanya masih tak lepas dari layar ponsel. "Setidaknya kita menetap satu bulan penuh di London untuk menemani Lisa membiasakan diri di negeri orang."
Lisa seketika mendongak, menatap Jisoo dengan raut wajah tak terima. Hey, apa-apaan ini?! Sejak kapan mereka bertiga menjadi super protektif dan posesif seperti ini?!
" Andwae! Tidak, tidak, tidak! Lisa ingin belajar hidup mandiri di sana! Oh, c'mon!" protes Lisa dengan nada kesal atas rencana sepihak kakak-kakaknya.
"Ya sudah kalau begitu... bagaimana kalau satu semester penuh? Eonnie-Eonnie-mu ini yang akan menemanimu di London. Bagaimana?" Kian menjadi-jadi, Jisoo kini mengalihkan pandangannya menatap Lisa seraya memamerkan senyum misterius.
Rosé mengangguk antusias dengan mata berbinar-binar. "Ide yang sangat cemerlang, Jisoo Eonnie!"
"Boleh juga idemu itu, Eonnie," sahut Jennie ikut mendukung, menatap Lisa seraya menaikkan sebelah alisnya.
"Haaah... Okay, okay! Satu bulan saja! Maksimal tiga puluh hari untuk kalian bertiga dan tidak boleh bertambah satu hari pun!" putus Lisa akhirnya mengalah. "Kasian para karyawan di perusahaan kalian yang akan kerepotan setengah mati kalau kalian tinggalkan terlalu lama."
Dongwook dan Inna yang duduk di sofa hanya bisa tersenyum simpul melihat perdebatan manis keempat putri mereka, sama sekali tak berniat ikut campur.
"Urusan bisnis masih sangat bisa ditangani dari jarak jauh, Lisa-ya," tutur Jisoo lembut seraya mengelus-elus punggung sang adik.
"Cih! Jarak jauh dari mananya? Aku sering melihat Jisoo Eonnie keluar kamar tengah malam hanya untuk menerima telepon pekerjaan! Siapa lagi kalau bukan karyawan Eonnie yang kerepotan mengurus kantor?" celoteh Lisa polos.
Kalimat lurus dari bibir si bungsu seketika membuat seluruh manusia di ruangan itu memusatkan perhatian ke arah Jisoo.
Tubuh Jisoo mendadak tegang kaku. Detak jantungnya berdegup kencang, memunculkan kepanikan seolah-olah dirinya baru saja tertangkap basah berselingkuh. Walau secara tidak langsung posisinya memang tampak demikian, Jisoo sebenarnya tidak pernah menemui sosok di balik telepon itu secara langsung. Beruntung, si bungsu yang berhati bersih itu selalu berpikiran positif bahwa sang kakak hanya sedang mengurus bisnis.
KAMU SEDANG MEMBACA
STAY
FanfikcePlease Just Choose to Stay . . . . Kisah seorang gadis bermarga Lee, rasa kesepian yang selalu menemaninya semasa kecil. Berjuang untuk karir yang tak sejalan dengan karir keluarganya. Kisah si Bungsu Lee yang seolah mendapat perhatian dari kelurga...
