Genre: Action-Romance
Reyhan Wijaya Bagaskara, Seorang lelaki tampan yang menjabat sebagai ketua geng motor yang paling ditakuti oleh musuh. Hidupnya bak seorang pangeran, tinggal dimansion yang besar dan mewah, dengan fasilitas yang amat lengka...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat membaca....
__________________________________
Kaela, Cleo, dan Anggun sudah duduk tenang dengan posisi mengelilingi meja ruang tamu rumah Kaela mereka dengan santai duduk lesehan dilantai.
Tidak, mereka tidak seambisi murid lain dalam hal belajar. Mereka hanya bersiap untuk ujian nanti, tidak berusaha keras ataupun berharap meraih juara kelas.
Bagi mereka, yang penting otak mereka tidak kosong. Setidaknya mereka bisa menjawab setengah soal dengan benar.
Anggun melihat jam ditangannya. Saat ini sudah pukul 9 malam.
"Kita nginep sini aja ya, besok juga liburkan?" Anggun menyuarakan sarannya.
Ya, mereka memamg tidak memakai sistem kebut semalam, tapi tetap saja mereka baru mulai belajar saat jadwal ujian sudah didepan mata.
"Gue sih oke-oke aja.." jawab Cleo yang masih fokus dengan buku fisika yang ada ditangannya, Ia sengaja membeli untuk mempersiapkan ujian.
"Kae, bolehkan?" tidak mendengar respon dari Kaela. Anggun bernegosiasi dengan jurus puppy eyes nya.
"Hhffftt, Iya." Kaela menghela napas, tidak mungkin juga Ia membiarkan kedua cewe ceroboh ini pulang selarut ini.
"Yeayyyyyy..." Anggun yang girang mendengar ucapan Kaela langsung berdiri dari duduknya. Ia seolah mendapat jackpot, Ia melompat-lompat heboh sambil sesekali menari.
Cleo memandang Anggun tidak percaya. Ia bahkan tidak sesenang itu saat pertama kali menginap di rumah Kaela.
"Orang gila lagi girang...." Celetuk Cleo sambil menatap horor Anggun.
Anggun seketika berhenti saat mendengar ucapan Cleo.
"ekhem... Ngga, m-maksud gua tuh gini loh, ki-kita bisa mainkan kalo tidur bareng, ah ehm gitu..." Anggun segera kembali duduk kalem disamping Cleo. Suaranya terdengar gugup, ntah karena dia malu atau apapun itu.