Happy weekend manteman~
And happy reading~
.
.
.
Tuk
Song Lan menarik diri dari lamunannya ketika pena yang ia mainkan diantara jari-jarinya jatuh.
Ia membungkuk dan mengambil kembali pena berwarna hitam itu, mengamati inisial dirinya yang terukir rapi dan mengusapnya dengan pelan. Ujung bibirnya tertarik secara alami, manakala mengingat siapa gerangan yang memberikan itu padanya.
"Aku pasti akan mendapatkanmu kembali, Wei Ying." Ia berbisik pada semilir angin sore yang menelisik melalui celah jendela yang terbuka. Dirinya masih berdiam diri dikelas terakhir yang telah usai satu jam yang lalu. Song Lan masih betah duduk termenung disana, memikirkan sosok yang telah ia lepaskan dengan begitu mudah dimasa lalu, dan berakhir dengan dirinya yang harus tenggelam dalam penyesalan yang terlampau dalam.
Ia hanya berharap, dirinya masih memiliki kesempatan itu.
Untuk memperbaiki semua yang telah dia lakukan dimasa lalu, untuk meluruskan kekeliruan yang membuat mereka berakhir seperti ini.
Brak!
Tubuh tegapnya terlonjak ketika gebrakan pintu menggema diruangan yang sunyi.
Song Lan menoleh pada seseorang yang memasuki ruangan kelas dengan langkah tegas, kemudian tanpa sadar membuat bulu kuduknya berdiri ketika menatap iris emas yang seolah membidiknya layaknya buruan.
"Lan Wangji?"
Song Lan merubah posisi duduknya, punggungnya tak lagi bersandar pada kursi. Ia mendongak pada mahasiswanya yang kini berdiri tepat dihadapannya,
Dan tanpa ragu mengganyang kerah kemeja yang ia kenakan dengan hingga terasa mencekik. Song Lan memberontak, namun tenaga Lan Wangji begitu besar,
"Lan Wangji! Kau pikir apa yang sedang kau lakukan?!" Ia berteriak murka.
Namun desisan Lan Wangji ditelinganya benar-benar terdengar menakutkan, terlebih ketika sebuah ancaman dilayangkan pemuda Lan itu padanya,
"Jika kau berani menyentuh Wei Yingku lagi, aku berjanji akan membuatmu merasakan mimpi buruk seumur hidupmu."
Wangji menarik wajahnya dari telinga Song Lan, sekali lagi menatap pria dalam cengkramannya dengan iris emas yang berkilat tajam, seolah menegaskan bahwa ancamannya bukan sesuatu yang main-main.
Bruk!
Tubuh Song Lan terhempas kembali keatas kursi, ia terbatuk merasakan udara yang sempat tersendat kembali mengalir deras memenuhi paru-parunya yang terasa sesak.
Kemudian, tanpa berkata apapun lagi Lan Wangji meninggalkan Song Lan sendirian disana, kembali membanting pintu dengan kasar hingga membuat kaca-kaca yang ada diruangan itu bergetar.
Sementara, Song Lan masih mencerna tentang apa yang baru saja terjadi karena sekalipun, ia tidak pernah mengekspetasi penyerangan yang akan dilakukan mahasiswanya itu padanya seperti tadi.
Ia tentu tidak bisa menahan gejolak amarah yang bergumul dalam dirinya, tangannya meremas pena yang ada digenggamannya hingga patah.
"LAN WANGJI!!!"
Teriakan murka menggema dikawasan fakultas yang telah sepi.
Napasnya memburu hebat, ia tidak terima diperlakukan seperti itu oleh bocah arogan seperti Lan Wangji.
KAMU SEDANG MEMBACA
Silly Marriage
FanfictionBagaimana jika Wei Wuxian dijodohkan dengan Lan Wangji? "apa aku boleh bunuh diri?"-Wei Wuxian "kekanakan!"-Lan Wangji . . ...
