chapter twenty four

16.6K 1.9K 135
                                        

Happy Reading~

.
.

Sejak kejadian dipesta amal Keluarga Jin, Wei Wuxian selalu berusaha menghindari Song Lan.

Dirinya tidak mau lagi terlibat dengan pria itu, dalam hal apapun-

Bahkan meski hanya berbagi tatapan dalam hitungan detik, ia memilih untuk membuang muka dan berlari tanpa melihat lagi kebelakang.

Karena baginya, setiap kali ia bertemu dengan pria itu, maka hanya akan ada hal buruk yang akan menantinya.

"Wei Ying."

Napas berat seolah menghimpit dadanya ketika suara itu menyambangi telinganya.

"Tuan Song?"

Lan Wangji adalah satu-satunya orang yang menyapanya, dan Wei Wuxian memilih melengos menatap kearah lain. Tangannya meremat pegangan troli dengan erat, seolah tengah menahan sesuatu agar tidak segera meledak.

Tentu saja, setiap kali bertemu pria itu, maka bayangan tentang apa yang dilakukan Song Lan dikediaman Jin tempo hari selalu mampu menguras emosinya hingga pada tahap ia ingin mencekik leher pria itu sampai patah.

Song Lan tersenyum dan mendekat kearah mereka, "aku tidak tau jika kalian memiliki hubungan yang cukup dekat." Katanya, sambil diam-diam mencuri pandang pada Wei Wuxian yang masih enggan melihat kearahnya.

Lan Wangji menyadari sesuatu yang aneh ketika melihat gelagat Wei Wuxian yang tampak gelisah ketika Song Lan berada disekitar mereka, ia memajukan sedikit posisinya untuk menyembunyikan Wei Wuxian dibalik punggungnya, "Tuan Song, senang bertemu denganmu disini. Apa kau tinggal disekitar sini?" Tanyanya, ia hanya mencoba mengalihkan topik yang Song Lan coba ungkit.

Pria itu tertawa kecil, meruntuhkan ketegangan yang beberapa saat lalu sempat melingkupi mereka, "ah tidak, kebetulan aku lewat sekitar sini dan mampir untuk membeli beberapa kebutuhan." Jawabnya.

"Kalian belanja sebanyak ini, apa akan ada pesta?" Ia menunjuk tumpukan belanjaan dalam troli.

Wangji tersenyum tipis, "tidak juga." Ia menjawab singkat, merasa tidak perlu untuk memberikan alasan yang pasti akan membuat Song Lan semakin mendesak mereka nantinya.

"Lan Zhan, ayo kita pergi." Cicit Wei Wuxian, jarinya menarik ujung mantel Wangji membuat siempunya melirik kesampingnya dan tersenyum lembut, ia kembali menatap Song Lan yang merubah ekspresinya menjadi lebih kaku, seolah tangah menahan kemarahan akan sesuatu.

"Tuan Song, kami akan pergi lebih dulu. Sampai jumpa." Ia membungkuk dan berbalik sambil merangkul bahu Wei Wuxian, dirinya hampir bisa bernapas lega jika saja suara itu tidak kembali memanggilnya.

"Wei Ying."

Apa yang sebenarnya diinginkam sibrengsek itu?

Wei Wuxian menghela napas berat, kali ini ia memilih untuk berbalik dan menatap pria itu, "ada apa?" Ia bertanya, dirinya bahkan tak merasa perlu menutupi rasa jengkel dalam intonasinya.

Namun apa yang dilakukan Song Lan malah semakin membuatnya naik pita, pria itu kembali mendekat dengan senyum memuakan, "beberapa waktu ini kau tidak menghadiri kelasku, apa ada alasan yang masuk akal kenapa kau membolos?" Tanyanya terdengar ramah, namun ditelinga Wei Wuxian itu terdengar seperti sebuah ancaman.

Silly MarriageTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang