Happy reading~
.
.
4 hari sebelum pernikahan
Brak!
"Jiang Cheng! Jiang Cheng! Sembunyikan aku!" Wei Wuxian berlari tergopoh gopoh kearah Jiang Cheng yang menatapnya penuh dendam dari atas kursi meja belajarnya, pemuda Jiang itu bahkan tanpa sadar mematahkan pensil yang ada digenggamannya saking terkejutnya dengan kemunculan Wei satu itu.
"Wei Wuxian! Berhenti bertingkah seperti orang gila!! Kau mengganggu konsentrasiku, bodoh!" Cerca Jiang Cheng dengan wajah sangarnya, namun Wei Wuxian sama sekali tofak peduli, pemuda itu malah sudah meringkuk dikolong meja belajar Jiang Cheng sambil memeluk lututnya.
"Jiang Cheng, nanti saja marah-marahmya. Aku sedang dalam bahaya, orang tuaku akan menjualku." Katanya dengan suara gemetar, ia menggigit ujung ibu jarinya dengan iris yang berpendar tak fokus.
Dilihat dari berbagai sisi, Wei Wuxian terlihat seperti sosok yang hampir depresi.
Rasa jengkel Jiang Chengpun perlahan menguap ketika melihat pemandangan itu, ia memutar bola matanya sambil membiang napas berat lalu berjongkok guna melihat keadaan Wei Wuxian lebih jelas.
"Apa maksudmu?"
Wei Wuxian segera meraih tangan Jiang Cheng dan menariknya hingga membuat pemuda itu terjengkang, ia menyembunyikan wajah paniknya dibalik bahu Jiang Cheng yang masih menatapnya dengan pandangan heran.
"Jiang Cheng, orangtuaku akan menjualku." Katanya sekali lagi dengan suara gemetar.
Alis Jiang Cheng menukik tak percaya.
Tentu saja, sejauh yang dirinya tau, Paman dan Bibi Wei adalah orang-orang baik, mereka sangat menyayangi putera semata wayang mereka jadi mana mungkin mereka rega menjual Wei Wuxian?
"Kau yakin tidak sedang mengigau? Apa kau mabuk?" Tanya Jiang Cheng sangsi, ia meraih wajah Wei Wuxian dan menangkup kedua pipinya hingga membuat bibir pemuda itu mengerucut akibat tekanan berlebihan dikedua sisi wajahnya,
"Kau tidak bau alkohol."
"Aku tidak mabuk, Jiang Cheng!" Pekiknya tertahan, ia merasa sangat gemas dengan apa yang dilakukan Jiang Cheng padanya barusan, dan segera saja pemuda itu melepaskan tangkupan tangannya dipipi Wei Wuxian dan memundurkan tubuhnya sedikit, "lalu apa? Kau pikir aku percaya orangtuamu akan menjualmu?!" Sentaknya galak, bahkan Wei Wuxian sampai terlonjak hingga kepalanya terantuk tembom dibelakangnya saking kagetnya.
Ia menatap Jiang Cheng sambil manyun, sebelah tangannya mengusap bagian belakang kepalanya yang terasa berdenyut, "mereka memaksaku untuk menikahi bongkahan es berjalan! Kau puas?!" Teriaknya kesal.
"Apa?"
Pemuda Wei kembali mengubah mimiknya seolah menjadi manusia yang paling terzolimi, iapun kembali meraih tangan Jiang Cheng dan menggoyangkannya beserta rengekan tak ubahnya anak kecil, "maka dari itu sembunyikan aku disini, jangan sampai orangtuaku tau aku disini, ung? Ung?" Pintanya dengan wajah yang dibuat seimut mungkin, ia bahkan memajukan wajahnya hingga hanya tersisa beberapa senti daei wajah Jianh Cheng, membuat pemuda itu risih dan akhirnya melarikan jari telunjuknya untik menekan dahi Wei Wuxian dan mendorongnya menjauh, "hentikan tingkah konyolmu, membuatku ingin muntah." Katanya judes.
Jiang Cheng menarik diri dan kembali duduk dikursinya, Wei Wuxianpun ikut keluar dari tempat persembunyiannya dan kini merebahkan tubuhnya dikasur Jiang Cheng yang empuk, kedua matanya terpejam dengan senyuman yang mengembang lebar, "Jiang Cheng kau sudah janji ya akan menyembunyikanku disini." Katanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Silly Marriage
FanficBagaimana jika Wei Wuxian dijodohkan dengan Lan Wangji? "apa aku boleh bunuh diri?"-Wei Wuxian "kekanakan!"-Lan Wangji . . ...
