Terimakasih untuk apresisasi dan antusias kalian terhadap cerita ini🤧
Luv you guys banyak banyak pokoknya❤❤❤
.
.
Wei Wuxian terbangun dengan kepala berdenyut.
Memikirkan semua yang terjadi kemarin membuatnya hampir tak bisa tidur dengan nyenyak.
Ia mengusap wajahnya untuk sekedar mengenyahkan pikiran tentang apa yang akan terjadi selanjutnya, ia sudah cukup memikirkannya semalaman dan tidak mau memikirkan apapun lagi sekarang.
Persetan dengan apa yang akan terjadi kedepannya dengan dua orang brengsek itu.
Yang harus ia lakukan hanya menghindari mereka sebisa mungkin dan menunjukan pada mereka bahwa Wei Wuxian baik-baik saja meskipun mereka sudah berusaha menghancurkannya sampai hampir melebur.
Ia mengecek jam diponselnya, sepertinya ia bisa bergerak santai untuk hari ini.
Setelah menguap cukup lebar ia memutuskan untuk mandi dan bersiap pergi ke kampus, dan sepertinya ia akan berakhir sarapan dikampus lagi karena orangtuanya masih belum pulang.
.
.
Song Lan baru saja keluar dari mobilnya saat seseorang menggebrak kap mobilnya kasar,
"Apa yang kau lakukan disini?!" Desis orang itu berbahaya.
"Jiang Gongzi."
Jiang Cheng menggertakan giginya, ingin sekali ia menerjang sibrengsek didepannya ini dan mencakar-cakar wajahnya sampai hancur, sayangnya, mereka sedang berada dihalaman parkir kampus yang cukup ramai.
"Apa kau mengikuti Wei Wuxian sampai kemari? Apa yang kau mau darinya?"
Melihat Jiang Cheng yang cukup berbahaya seperti ini cukup untuk membuatnya menelan ludah gugup, sampai saat ini, ia masih ingat betapa menyakitkannya pukulan yang diberikan juniornya ini dulu.
"Aku tidak mengikutinya, hanya kebetulan saja kami bertemu disini." Elak Song Lan.
"Kau pikir aku percaya?!" Ia mulai hilang kendali dan mengganyang kerah kemeja Song Lan, "jika kau cukup tau diri, sebaiknya enyah dari hadapan Wei Wuxian! Kau tau dengan pasti betapa menderitanya dia karena otak dangkalmu itu!"
Song Lan tak bisa lagi berdiam diri, ia mendorong Jiang Cheng cukup keras hingga rematan kasar pada kerahnya terlepas, "Jiang Gongzi, perhatikan sikapmu. Kau bisa kena sanksi karena telah melakukan kekerasan pada dosen."
"Berhenti mengalihkan pembicaraan, brengsek!" Pekik Jiang Cheng penuh emosi.
Ia hampir saja melayangkan tinjunya jika saja Song Lan tidak segera menahannya,
"Baiklah, aku memang mengejarnya, kau puas? Aku terus dihantui rasa bersalah karena pernah menyakitinya, dan sekarang aku memiliki kesempatan untuk berada didekatnya dan akan kupastikan aku bisa membuatnya kembali padaku." Ia menantang Jiang Cheng dengan tatapan nyalangnya,
"Aku akan mendapatkannya kembali."
Katanya dengan keyakinan penuh.
Jiang Cheng menggeram matmrah, ia menarik tangannya yang dicekal Song Lan sambil menahan umpatan diujung lidah,
"Song Lan, aku tidak tau jika didunia ini akan ada manusia setidak tau malu dan setidak tau diri sepertimu. Setelah kau membuatnya hampir membunuh dirinya sendiri, kau masih berani mengatakan itu? Wah, aku tidak percaya." Jiang Cheng menggelengkan kepala, merasa tidak habis pikir dengan manusia didepannya ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Silly Marriage
Fiksi PenggemarBagaimana jika Wei Wuxian dijodohkan dengan Lan Wangji? "apa aku boleh bunuh diri?"-Wei Wuxian "kekanakan!"-Lan Wangji . . ...
