Ada yang rindu kah? ._.
.
Niatnya mau update cepet, tapi ternyata mood sempet terjun bebas yang bikin males ngapa-ngapain wkwk
So, happy reading~
.
.
Lan Wangji mengeratkan genggamannya pada tangan Wei Wuxian yang berdiri disampingnya.
Ia benar-benar merasa gugup.
Hari ini adalah acara konferensi pers yang telah direncanakan Wei Wuxian akan dilangsungkan.
Dan jujur saja, sedikit rasa takut menyusupi hatinya.
Bukan, bukan pada caci maki yang mungkin akan ia terima, melainkan pada sosok disampingnya.
Lan Wangji takut Wei Wuxian akan terluka dan menjadi bulan-bulanan media karena berdiri disampingnya, menyampaikan pembelaan untuknya.
Meski, semua ini adalah rencana pemuda itu sendiri dan Wangji tidak tau apa yang telah disiapkan istrinya untuk meluruskan masalah yang kian memanas dari hari ke hari, ia tetap merasa khawatir.
Wangji menoleh saat merasa tangan dalam genggamannya bergerak kecil, dan menemukan Wei Wuxian yang tersenyum kecil, seolah memberinya ketenangan dan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Wangji membalas senyum kecilnya, mengangkat tautab tangan mereka dan memberi kecupan dipunggung tangab halus istrinya, "aku akan melindungimu." Bisiknya, Wei Wuxian menyandarkan kepalanya dibahu lebar Wangji.
Ia berharap, semoga semua kekacauan ini akan berakhir hari ini.
Ia tidak bisa lagi menahan ngilu dihatinya manakala melihat penghakiman keji yang dilemparkan orang-orang itu untuk Lan Zhannya.
Wei Wuxian berharap semua akan kembali pada tempatnya dan ia bisa menjalani hari-hari biasanya bersama keluarganya.
"Tuan Lan, pihak Luo telah tiba dan para reporter telah siap." Seorang staff gedung memberi tau Wangji, setelah mendapat anggukan, staff itu menuntun keduanya memasuki aula konferensi.
Begitu pintu terbuka, seketika kilatan flash kamera menyerang mereka, bersama suara ribut dari para reporter yang saling berebut pertanyaan.
Sekilas, Wangji melirik pihak Luo yang telah duduk dibarisan depan dengan ekspresi keras dan angkuh, juga Luo Qingyang yang tampak duduk gelisah dan berusaha menutup diri dengan mantel yang ia kenakan.
Namun ia tak ambil pusing, melewati mereka begitu saja sambil menuntun Wei Wuxian untuk duduk dimeja yang telah disediakan, dengan mikrofon yang berjajar menghadap lensa-lensa kamera yang membidik kearah mereka.
"Tuan Lan, ini adalah pertamakalinya anda muncul secara resmi setelah skandal yang menimpa anda. Bagaimana tanggapan anda mengenai kasus yang menyeret nama anda tersebut?"
"Tuan Lan, apakah anda akan mengakui kesalahan anda disini?"
"Tuan Lan-"
Ngiiing
Suara bising dari mikrofon membuat para reporter itu berjengit ngilu.
Dengan tampang polos, Wei Wuxian memainkan kepala mikrofon dihadapannya sambil menatap para reporter serta pihak Luo yang meringis dengan kedua tangan yang menutup telinga mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Silly Marriage
FanfictionBagaimana jika Wei Wuxian dijodohkan dengan Lan Wangji? "apa aku boleh bunuh diri?"-Wei Wuxian "kekanakan!"-Lan Wangji . . ...
