Happy reading ae lah wkwk
.
.
Jika boleh membuat perumpamaan, kondisi Luo Qingyang saat ini tak ubahnya bangunan yang hampir roboh.
Yang hanya membutuhkan satu sentuhan terakhir, maka akan hancur lebur seperti debu yang tertiup angin.
Dan Wei Wuxian adalah seseorang yang akan menjadi eksekutor terakhirnya.
Ia akan memastikan jika wanita itu tak akan sanggup lagi berdiri menantangnya. Ia akan membuat wanita itu menyesal karena sudah menyentuhnya.
Apakah itu terdengar jahat dan berlebihan?
Wei Wuxian rasa tidak.
Mengingat seberapa parah masalah yang ular itu timbulkan untuk keluarganya.
Berapa kali ia harus menahan marah ketika ribuan ancaman memenuhi ponsel suaminya? Berapa banyak kesedihan yang ia rasakan saat berbagai macam sumpah serapah juga umpatan ditujukan untuk orang tercintanya?
Bagaimana hatinya serasa diremas ketika mengingat tangisan keluarganya saat rumor itu menyebar layaknya penyakit mematikan.
Lan Zhannya harus merasakan hukuman dari sesuatu yang bahkan tidak pernah dia lakukan.
Bukankah itu terasa tidak adil?
.
.
Luo Qingyang tidak pernah membayangkan jika rasa cintanya pada Lan Wangji akan membawanya pada situasi mengerikan seperti ini.
Ia tidak menyadarinya, bahwa rasa suka yang ia rasakan bukanlah sesuatu yang normal.
Melainkan obsesi.
Ia sangat terobsesi dengan Lan Wangji.
Obsesi yang membuatnya berani bertingkah gila.
Yang membuatnya terjebak dalam situasi mengerikan akibat ulahnya sendiri.
Sejak teror yang ia terima di kedai kopi beberapa waktu lalu, ia tak berani lagi keluar melewati pintu rumahnya. Ia memilih mendekam dibalik pintu kamarnya, meringkuk dibawah selimut dengan perasaan takut yang seperti siap menelannya kapanpun.
Tirai dikamarnya tak pernah lagi ia buka.
Luo Qingyang merasa lebih aman tinggal dalam kegelapan.
Seolah, jika ia melihat cahaya sedikit saja, ia akan menemukan hal menakutkan seperti yang ia lihat di toilet waktu itu.
Cklek
Matanya yang semula terpejam mendadak terbuka.
Seseorang baru saja membuka pintu kamarnya. Dengan tangannya yang gemetar, Qingyang semakin mengeratkan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Matanya kembali terpejam erat dengan keringat yang mengucur deras.
Ini adalah bentuk ketakutan lainnya.
Setiap kali ia mendengar knop pintunya terbuka, rasa panik dan cemas seketika menyerangnya tanpa ampun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Silly Marriage
FanfictionBagaimana jika Wei Wuxian dijodohkan dengan Lan Wangji? "apa aku boleh bunuh diri?"-Wei Wuxian "kekanakan!"-Lan Wangji . . ...
