chapter thirty-four

15.6K 1.6K 129
                                        

Ingin nulis, tapi gak ada mood.

Semoga chapter ini gak terlalu mengecewakan wkwk

Happy reading lah pokoknya.

.
.

Ujian semester akan berlangsung dalam dua minggu kedepan. Para mahasiswa sudah sibuk mempersiapkan amunisi untuk berperang melawan soal yang diluncurkan para dosen diruang ujian, merelakan waktu bersenang-senang mereka dalam rasa suntuknya belajar.

Yah, meski tidak semua seperti itu.

Wei Wuxian contohnya.

Dibanding membuka buku dan mempelajari materi yang akan diujikan, pemuda itu malah asik sendiri memberi makan hewan virtualnya sambil berbaring dengan nyaman diatas paha Lan Wangji yang tengah serius memahami materi kalkulus yang akan ia hadapi diujian besok.

"Lan Zhan, lihat! Yingyingku sudah besar." Ia mengangkat ponselnya kehadapan Wangji, memperlihatkn kucing virtual yang ia berinama Yingying pada suaminya, Lan Wangji hanya merespon dengan elusan kecil dikepalanya kemudian kembali sibuk pada buku tebal dihadapannya.

Cukup untuk membuat Wei Wuxian sebal karena merasa diabaikan.

Bibirnya dibuat manyun lalu kembali menarik ponselnya, ia bangkit dari posisinya dan beralih menyabdarkan tubuhnya kesisi tubuh Wangji, "Lan Zhan, jangan mengabaikanku terus~" rengeknya sembari menarik-narik ujung lengan kaos Wangji, mencoba menarik perhatian pemuda berwajah dingin disampingnya.

Tubuh kurusnya semakin disandarkan sampai membuat Wangji sedikit condong kesisi lainnya, membuatnya akhirnya menyerah. Wangji meletakan pensilnya dan merubah posisi duduknya agar berhadapan dengan istri manjanya, "sekarang apa?"

Senyum kemenangan terbit dibibir Wei Wuxian, ia kemudian merangkul leher Wangji setelah beringsut duduk diatas pangkuan suaminya, "apa kau tidak bosan belajar terus? Kau membuat waktu bermesraan kita jadi semakin sedikit, Lan Zhan!" Protesnya sebal, lalu memekik kecil saat sentilan penuh sayang mengenai dahi mulusnya, Lan Wangji mengecup tempat dimana sentilannya mendarat.

"Kita masih memiliki banyak waktu untuk melakukannya setelah ujian berakhir, Wei Ying. Hanya dua minggu, kau juga sebaiknya belajar dan berhenti bermain dengan ponselmu." Wangji mengambil ponsel ditangan Wei Wuxian dan memasukannya kedalam Saku celananya.

"Ah Lan Zhan, kembalikan ponselku!" Tubuh kecilnya meronta dalam dekapan Wangji, mencoba mengambil kembali ponsel yang telah diamankan suaminya.

Dan tentu, untuk kali ini Lan Wangji tak akan menuruti keinginan istrinya dengan mudah.

"Kau harus belajar." Putusnya final, "ambil dan buka buku milikmu." Titahnya kemudian.

"Tidak, aku tidak mau belajar." Tolaknya.

Wangji menghela napas, ia tau dengan pasti jika membujuk Wei Wuxian akan lebih sulit dibanding membujuk anak kecil sungguhan. Akhirnya ia memilih mengalah, Wangji mengubah posisi Wei Wuxian menjadi menghadap meja berisi buku dihadapannya, "kalau begitu cukup perhatikan apa yang aku pelajari."

Dan setelahnya ia harus belajar dengan posisi yang cukup aneh, dimana Wei Wuxian duduk dipangkuannya sementara ia mengerjakan soal sambil memeluk sosom dihadapannya.

"Kau mengerti?" Kepala Wangji menunduk pada Wei Wuxian yang terlihat menahan kantuk.

"Apa? Ya, aku mengerti, hoamh."

"Kau tidak memperhatikan apa yang aku jelaskan, Wei Ying."

Decakan kecil kembali terdengar, tanpa kata Wei Wuxian mengambil pensil ditangan Wangji dan mengerjakan soal yang cukup rumit.

Silly MarriageTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang