chapter fourty-six

14.5K 1.4K 138
                                        

Konfliknya udah beres, sekarang balik lagi ke fluffy fluffy :v

Happy weekend and happy reading manteman~

.
.

Dan Lan Wangji benar-benar mengabulkan permintaannya.

Ketika ia membuka mata di jam 7 pagi dan dikejutkan dengan penampilan super rapi dari pasangan hidupnya itu, lebih terkejut lagi saat tanpa aba-aba prianya menggendong dirinya ke kamar mandi dan memandikannya sambil berkata, "pilot kita sudah terlalu lama menunggu dibandara, kita sarapan dipesawat saja, hm?"

Tentu saja Wei Wuxian speechless, ia bahkan sempat lupa jika mereka akan pergi bulan madu ke swiss hari ini. Ia pikir, Lan Wangji tak bersungguh-sungguh saat ia menyanggupi permintaannya kemarin.

"La Lan Zhan, apa kita akan benar-benar pergi hari ini? Tapi aku belum menyiapkan apapun!" Katanya sedikit tak percaya, Lan Wangji yang tengah sibuk membilas tubuhnya hanya tersenyum kecil, "aku sudah menyiapkan semuanya, kau tidak perlu khawatir."

"Benarkah? Bagaimana dengan tiket pesawat? Visa-"

Wangji mengecup bibir Wei Wuxian untuk membungkam kepanikan istrinya itu lalu memberikan tatapan lembutnya, "kubilang aku sudah mengurus semuanya, Wei Ying. Kita hanya tinggal berangkat."

Setelah dirasa bersih, Wangji mengambil handuk yang tergantung dan membungkus tubuh Wei Wuxian kemudian menggendongnya kembali ke atas ranjang, memakaikan sweater cream dan jeans hitam, lalu mengambil mantel cokelat dari dalam lemari dan memakaikannya ketubuh istrinya yang hanya diam menurut.

"Kau memperlakukanku seperti anak kecil tau." Rengutnya sambil menggandeng lengan Wangji dan keluar dari kediaman mereka menuju mobil yang telah siap dihalaman rumah.

Wangji menyentil hidungnya, "kau memang anak kecil." Lalu terkekeh saat sipemuda Wei menahan tangannya lalu menggigit ujung jari telunjuknya cukup keras, sampai membuatnya meringis kecil.

Pria berjas yang sudah menunggu mereka membukakan pintu mobil, mempersilahkan keduanya untuk masuk. Dan Wei Wuxian kembali diliputi kebingungan, ia menelisik sekitarnya, "kau mencari sesuatu?" Tanya Wangji heran.

Wei Wuxian hanya mengibaskan tangannya kecil, lalu menatap si pemuda Lan, "apa kita tidak membawa tas? Kau yakin sudah menyiapkan semua kebutuhan kita?" Tanyanya penasaran.

"Aku tidak punya cukup waktu untuk menyiapkan pakaian, kita akan membelinya nanti di swiss. Kau tidak usah khawatir." Jawabnya enteng, kembali memposisikan tubuhnya dengan nyaman disandaran mobil.

Mengabaikan ekspresi terperangah Wei Wuxian yang merasa tak percaya dengan apa yang baru saja Wangji katakan.

"Me membelinya di Swiss? Maksudmu kita tidak membawa satu barangpun selain apa yang kita pakai?"

Wangji mengangguk singkat.

Dan tiba-tiba saja rasa pening menyerang kepalanya. Wei Wuxian benar-benar tak mengerti dengan jalan pikiran Lan Wangji, kenapa ia bisa menganggap itu sebagai sesuatu yang enteng?

Maksudnya, berapa banyak uang yang akan mereka keluarkan dengan membeli baju-baju itu? Dan apa susahnya hanya melipat beberapa baju dan memasukannya kedalam koper?

"Wei Ying, kau baik-baik saja?" Wangji yang melihat tingkah istrinya bertanya khawatir, pemuda itu tengah bersender dengan sebelah tangan yang memijat kepalanya. Sedikit tersentak, tangannya otomatis menyentuh perut sang istri, "apa kau mual karena baby? Apa sebaiknya kita membatalkan perjalanan kita?" Racaunya cemas, ia hampir meminta supir mereka untuk berbalik arah kembali ke kediaman mereka, namun urung setelah Wei Wuxian mengangkat tangannya, "tidak tidak, bukan itu, hanya saja-"

Silly MarriageTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang