chapter twenty-eight

15.8K 1.7K 249
                                        

Super looooong time no see~

Masih berminatkah? Wkwk
Okay, no bacot langsung aja-
Happy reading~

🌚

.
.

Rencana menggoda Lan Wangji.

Tertulis rapi diatas buku yang terbuka lebar.

Iris abu-abu Wei Wuxian menatap lekat empat kata yang ia tulis, memikirkan skenario apa yang akan ia buat untuk memuluskan aksinya.

"Lan Wangji, sshhh, dari luar, dia tampak seperti seorang petapa yang suci. Ck, bagaimana cara membuat orang seperti itu kehilangan kendali?" Ia bergumam pada dirinya sendiri, dengan jari telunjuk yang mengelus dagunya, menunjukan seberapa serius ia tengah berpikir.

Tampaknya, Wei Wuxian benar-benar serius dengan tekatnya untuk membuat Lan Wangji mau menyentuhnya.

Sejak pulang dari kampus, ia langsung mengurung diri di kamarnya, mengabaikan Wangji yang memintanya pergi untuk belanja bulanan bersama. Dan tentu saja, Wei Wuxian tidak akan melewatkan momen emas dimana dirinya akan menyusun rencana dengan matang selagi Wangji pergi, dan akan mengejutkan pemuda itu dengan ide briliannya begitu Wangji kembali.

"Ah! Bagaimana jika seperti itu? Ah tidak, kemungkinannya kecil sekali. Tapi akan kucoba, hmm baiklah, mari kita letakan itu sebagai plan A."

Wei Wuxian mulai menulis rencana pertamanya dengan khusyuk, disusul rencana-rencana lainnya yang akan ia jalankan jika rencana sebelumnya gagal.

Pokoknya, ia akan mewujudkan misinya agar Lan Wangji mau menyentuhnya!

.
.

Tap

Tap

Telinga Wei Wuxian bergerak kecil ketika mendengar suara langkah kaki yang memasuki rumahnya.

Sudut bibirnya terangkat alami ketika memikirkan rencana pertamanya.

Dengan tergesa, ia segera membereskan buku catatannya dan memasukkannya kedalam laci lemari diruang tengah mereka, Wei Wuxian membenahi penampilannya sebelum berlari kecil kearah Wangji yang baru saja masuk dengan beberapa kantong belanjaan dikedua tangannya.

"Kau sudah selesai?" Senyum lima jari terpatri disudut-sudut bibir pemuda imut itu, sebuah ekspresi yang sudah lama sekali tidak Wangji lihat sejak pertengkaran hebat mereka satu tahun lalu.

Sedikit aneh, namun juga ia merasa senang.

Karena mungkin, Wei Yingnya mulai bisa mencintainya seperri dulu lagi.

Wangji membalas dengan senyuman lembut, "Mn." Jawabnya singkat, ia melanjutkan langkahnya menuju dapur, berniat membereskan belanjaannya agar tidak menumpuk dan rusak.

Dan, lagi-lagi hal aneh terjadi.

Ia melirik istrinya yang mengekor dibelakangnya seperti anak kucing. Wei Wuxian yang ditatap seperti itu balas menatap dengan pupil yang melebar, bertanya melalui ekspresi menggemaskannya,

"Kenapa?"

Wangji menggeleng, "tidak, hanya saja, kupikir kau bertingkah sedikit menggemaskan hari ini." Katanya dengan kekehan ringan, "ada sesuatu yang kau inginka?" Lanjutnya bertanya.

Silly MarriageTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang