chapter fourty-seven

13.4K 1.3K 168
                                        

Yang paling bikin mood naik adalah bacain komentar dari kalian😆

Terimakasih untuk dukungan kalian, moodbooster banget lah pokoknya :'D

Dan maaf banget karena masih belum ada improvisasi berarti dari gaya tulisanku yang masih monoton ini, aku masih berusaha untuk bisa nulis sesuatu yang lebih baik.

Then, happy reading~

.
.

Wei Wuxian menjadi orang pertama yang membuka mata. Ia menguap lebar, sedikit merenggangkan pelukan Wangji ditubuhnya kemudian mendudukan diri, mencoba mengumpulkan jiwanya yang masih tercecer dialam kapuk.

Kemudian tatapannya bergulir kearah jendela yang tak tertutup gorden dan menemukan jika langit telah sepenuhnya gelap, berapa lama mereka tertidur?

Sedikit kesusahan, ia berusaha meraih ponsel yang diletakan diatas nakas, dan kemudian ekspresi terkejut memenuhi wajahnya.

06.17 am.

Ini bukan malam, tapi pagi!

Apa mereka benar-benar tidur seharian?

Tubuhnya terlonjak kecil saat tangan hangat Wangji berusaha menariknya kembali, pasangan hidupnya itu benar-benar tertidur sangat lelap.

Tersenyum kecil, Wei Wuxian sedikit membungkuk guna memberi kecupan dikepala Wangji.

Jika dipikir lagi, belakangan ini waktu tidur mereka memang sedikit berkurang, ditambah perjalanan jauh yang mereka tempuh dari Cina sampai Swiss, wajar saja jika mereka bisa tertidur seharian seperti ini.

"Hoamh." Ia kembali menguap.

Rasa kantuk belum meninggalkan dirinya seutuhnya, dan pelukan Lan Wangji tampak terlalu menggiurkan untuk ditinggalkan begitu saja. Alhasil, ia memilih kembali meringkuk dalam dekapan Wangji dan kembali tertidur, merestorasi energinya sedikit lagi sebelum menjelajahi negara ini.

.
.

Jam sembilan, tepat ketika bel dikamar mereka berbunyi akhirnya keduanya benar-benar terbangun.

Wangji menggeliatkan tubuhnya namun harus tertahan oleh kepala Wei Wuxian yang tidur beralaskan lengan kekarnya, iapun mengubah posisinya menjadi sedikit miring dan membelai sisi kepala si istri yang tengah mengucek mata, "Selamat pagi." Bisik Wangji disamping telinganya, "Mn, pagi husband."

Wangji hampir tertawa dengan panggilan barunya, dari mana Wei Wuxian menemukan kata itu?

Ia hendak melayangkan kecupan, namun bel kamar hotelnya kembali berbunyi. Akhirnya, dengan langkah berat ia berjalan menuju pintu dan membukanya.

"Sarapan anda, Tuan." Seorang staff room service tersenyum dengan troli berisi sarapan mereka didepan pintu.

Wangji memberi akses untuk pria itu masuk dan menata sarapan mereka diatas meja yang berada dibalkon kamar ini.

"Apa ada hal lain yang anda butuhkan?" Tanya staff itu ramah, namun Wangji hanya menggeleng, "cukup."

Staff itu membungkuk disertai senyum kecil, "selamat menikmati sarapan anda dan semoga liburan anda menyenangkan."

Wangji membalas dengan senyum tipis, lalu staff itu pergi kembali membawa trolinya meninggalkan kamar pasangan Lan itu.

"Woah, ini benar-benar seperti di surga." Komentar Wei Wuxian yang baru saja memasuki balkon, matanya terasa dimanjakan dengan birunya sungai Limat yang membentang membelah kota Zürich menjadi dua bagian, ditambah warna hijau dari bukit lindenhof yang mengelilingi Kota ini, Wei Wuxian benar-benar merasa takjub.

Silly MarriageTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang