Gak tau kenapa, tapi Center!Wei Wuxian itu nagih banget
LOL
.
.
Dari semua hal yang paling menyakitkan didunia ini, penyesalan adalah salah satunya.
Tidak seperti luka yang akan sembuh seiring waktu berjalan, penyesalan akan tetap ada dan menghantui bahkan sekalipun dalam mimpi.
Dia merayap, menyusup diam-diam kemudian menghujam tepat dibagian luka yang masih berdarah-darah.
Dan itu adalah apa yang Lan Wangji rasakan.
Malam-malamnya tak lagi tenang, setiap kali ia terlelap, bayangan raut kecewa dan sedih Wei Wuxian selalu mampu membuatnya kembali membuka mata kemudian terjaga hingga pagi menjelang, merasakan penyesalan yang seolah memcekiknya hingga merasakan sesak yang berlebihan.
Sampai pada tahap dimana dirinya ingin menjerit dan berlari mengejar Wei Wuxian untuk ia dekap dalam pelukannya dan menyampaikan ribuan maaf atas apa yang telah ia katakan.
Ia tau, ia sudah sangat jahat karena rasa cemburunya yang berlebihan.
Lan Wangji benar-benar menyesali semuanya.
Ketika ia mengingat lagi, Lan Wangji hanya akan berakhir membenci dirinya sendiri atas semua sikap dan semua kalimat yang ia lemparkan untuk Wei Wuxian tempo hari.
"Wangji."
Ia melirik ketika seseorang memanggilnya, iris emasnya menemukan Lan Xichen yang datang kearahnya dengan dua cangkir teh hangat.
"Minumlah."
Wangji meraih cangkir yang diulurkan kakaknya. "Bagaimana kuliahmu?" Tanya Xichen begitu dirinya telah duduk dikursi samping adiknya.
Menatap salju yang turun dibalik jendela besar rumah mereka.
"Baik." Jawabnya singkat.
Lan Xichen mengangguk, "syukurlah. Jika ada sesuatu yang sulit katakan saja, aku akan membantumu."
Lalu keduanya kembali ditenggelamkan dalam hening. Lan Xichen yang mulai tenggelam dalam buku yang ia baca, dan Lan Wangji yang kembali memikirkan Wei Wuxian.
Bagaimana keadaan pemuda itu sekarang?
Apa dia menjalani hidup dengan baik?
Apa, Wei Wuxian masih marah padanya?
Atau malah membencinya?
Satu tahun memang telah berlalu, namun satu hal yang pasti, apa yang telah Wangji lakukan pada Wei Wuxian pasti masih membekas untuk pemuda itu sampai sekarang.
"Xiongzhang." Panggil Wangji.
"Hm?"
"Aku ingin pindah Ke Cina." Katanya.
Lan Xichen menutup buku yang ia baca dan menatap adiknya, "kau yakin?"
Sejenak, Lan Wangji merenung dan beberapa saat kemudian mengangguk.
"Kau tau itu tidak akan mudah, kan?"
"Mn."
"Kau siap jika seandainya Wei Gongzi tak bisa menerimamu lagi?"
"Aku akan tetap mencobanya."
Lan Xichen menepuk bahu adiknya, "baiklah, kita akan pindah ke Cina. Aku akan meminta papa untuk memindahkanku ke cabang perusahaan disana."
KAMU SEDANG MEMBACA
Silly Marriage
FanfictionBagaimana jika Wei Wuxian dijodohkan dengan Lan Wangji? "apa aku boleh bunuh diri?"-Wei Wuxian "kekanakan!"-Lan Wangji . . ...
