chapter thirty-three

17.9K 1.7K 127
                                        

Gak kerasa udah weekend lagi aja wkwk

Happy reading manteman~

.
.

Seperti yang diinginkan Wei Wuxian, hari ini mereka berencana menghabiskan hari libur dengan berkeliling tanpa tujuan.

Lan Wangji tengah sibuk menyiapkan camilan yang akan menemani perjalanan mereka, karena dirinya paham betul jika Wei Wuxian dan camilan adalah dua hal yang mustahil dipisahkan, sementara Wei Wuxian masih sibuk melangsungkan ritual mandinya yang bak puteri raja, memakan waktu cukup lama.

Iris emasnya melirik kearah jendela besar yang ada dikamarnya, cuaca hari ini tidak terlalu bagus, langit kota masih diselubungi mendung dan suhu udara hampir mendekati nol.

Musim dingin masih jauh dari kata berakhir.

Wangji beranjak dari atas ranjang, beralih membuka lemarinya dan menyiapkan mantel yang akan mereka gunakan.

Tring~

Atensinya teralihkan oleh suara gemerincing kecil dari sesuatu yang baru saja terjatuh dari mantel hitam yang baru saja ia sampirkan dilengannya. Wangji mencari benda itu dan menemukannya menggelinding hingga kaki ranjang besar kamarnya.

Ia berjongkok untuk memungut benda bulat berwarna silver dengan ukiran sederhana.

Tanpa sadar, sudut bibirnya terangkat kecil. Ia hampir melupakan benda itu.

Klek

Pintu kamar mandi terbuka, Wangji segera memasukan kembali benda itu kedalam saku mantelnya lalu menoleh dan mendapati istrinya yang hanya melongokan kepalanya dibalik pintu kamar mandi, "Lan Zhan, bisa tolong ambilkan handuk? Aku lupa membawanya." Pintanya dengan cengiran lebar.

Wangji menurut, ia mengambil handuk bersih dari dalam lemari dan memberikannya pada Wei Wuxian.

Namun, ketika ia berada dalam jarak yang lebih dekat, Lan Wangji mulai memikirkan hal lain, seperti ia hampir kehilangan kendali ketika melihat bagian tubuh Wei Wuxian yang sedikit tereskpos didepan retinanya.

Glek

Ia meneguk ludah cukup kasar.

Bagaimana pinggang ramping dan mulus itu mengintip seperti menggoda jiwa lelakinya yang menggebu-gebu.

"Lan Zhan ayolah, aku kedinginan~" Wei Wuxian merengek dan berusaha meraih handuk yang masih ada digenggaman Wangji.

Iris emas itu beralih menatap Wei Wuxian dengan tatapan yang sarat akan gairah yang meletup, "Wei Ying, aku ingin mandi." Katanya dengan suara kecil, sukses membuat alis Wei Wuxian menukik heran, "bukankah kau sudah mandi?"

Wangji tak menjawab, ia malah menerobos masuk sambil mendorong tubuh istrinya yang kebingungan kembali masuk, "Lan Zhan, apa yang kau lakukan? Aku mau keluar." Ia berusaha melepaskan genggaman tangan Wangji ditangannya, namun kemudian matanya membulat shock saat Wangji tiba-tiba menawannya dalam sebuah ciuman liar, sampai tubuh kurusnya terdorong dan menabrak dinding, terjebak antara benda keras dibelakangnya dan tubuh kekar milik suaminya.

"Wei Ying, maaf. Tapi aku tidak bisa menahannya, aku menginginkannya sekarang." Bisiknya tepat didepan bibir yang kini membengkak setelah tautan keduanya terlepas.

Silly MarriageTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang