Ahoy! Wkwk
.
.
Wei Wuxian menggigiti kuku ibu jarinya gelisah, sesekali iris abu-abunya melirik pada Lan Wangji yang tampak tenang memperhatikan apa yang tengah dosen mereka jelaskan.
Sejak kejadian tadi pagi, suaminya itu terus-terusan mengabaikannya. Dia tidak mendengarkan apa yang ia katakan, ataupun merespon saat dirinya memanggil.
Wei Wuxian merasa sangat frustasi.
Duk
Duk
Ia membenturkan dahinya pelan pada bangku miliknya, apa yang harus aku lakukan?
Ia membatin nelangsa.
Pemuda itu memiringkan wajahnya guna menatap Wangji yang tak sekalipun melirik padanya, ia mencebikan bibirnya.
"Lan Zhan." Bisiknya pelan, ia menarik-narik kecil ujung mantel Wangji, sekedar untuk mendapat atensi dari orang disampingnya.
Namun nihil, untuk kesekian kalinya Wangji mengabaikannya.
Bahkan sampai mata kuliah berakhir, Lan Wangji membereskan buku-bukunya dan berlalu begitu saja meninggalkan Wei Wuxian yang melongo frustasi.
"La Lan Zhan~" ia memanggil dengan suara super pelan, buru-buru dirinya membereskan barang-barang miliknya dan mengejar Wangji yang telah keluar dari kelas. Ia berjalan cepat sambil menggigit bibir bawahnya, merasa ragu apakah ia harus memanggilnya atau tidak.
Pada akhirnya Wei Wuxian memilih untuk berlari kecil, karena sumpah demi apa ia tidak bisa menemukan suaranya ketika ingin berteriak memanggil Lan Wangji selain hanya cicitan lirih. Hanya tinggal beberapa langkah lagi ia bisa meraih bagian belakang mantel suaminya itu, namun bahkan sebelum itu terjadi, seorang gadis sudah lebih dulu menghampiri Wangji, mereka tampak mengobrol serius dan yang paling menyebalkan adalah ketika melihat bagaimana gadis itu tersenyum ketika menatap suaminya.
Hati Wei Wuxian terasa panas.
Apalagi ketika ia mengingat sebuah fakta dimana dia adalah mahasiswi tercantik diangkatan mereka.
Wei Wuxian tentu merasa ketar ketir, takut bagaimana jika Wangji berpaling darinya dan malah memilih pergi dengan gadis itu.
"Sepertinya MianMian baru memulai usahanya untuk mendekati Wangji." Adalah kalimat yang ia dengar dari mahasiswi yang berada dibelakangnya.
"Yah, tidak masalah sih. Lan Wangji yang tampan dan MianMian yang cantik, mereka terlihat cocok." Sahut mahasiswi lainnya.
Mereka bahkan tidak menyadari akan adanya aura mengerikan yang menguar dari Wei Wuxian. Ia bahkan sampai menghentakan kakinya menahan jengkel ketika mendengar gosip murahan itu.
Lan Wangji itu milikku sialan!
Makinya dalam hati.
Lalu iris abu-abunya melebar begitu saja saat melihat kedua orang itu menjauh, dengan refleks Wei Wuxian mengejar keduanya,
"Lan Zhan!" Panggilnya cukup keras, dan untung saja kali ini suaminya itu mendengarnya.
Bibirnya sudah melengkungkan senyum, mungkin Wangji sudah tidak marah lagi, ia mendekati keduanya lalu berdiri dihadapan Wangji, mulutnya hampir terbuka untuk mengatakan sesuatu sebelum Wangji menyelanya,
"Wei Gongzi, ada apa?" Pertanyaan yang tak terduga itu keluar dari mulut Lan Wangji sendiri.
"A apa?" Wei Wuxian bahkan tidak percaya dengan apa yang didengarnya, Wei Gongzi katanya? Apa-apaan itu? Apa mereka orang asing yang baru pertama bertemu?
KAMU SEDANG MEMBACA
Silly Marriage
FanfictionBagaimana jika Wei Wuxian dijodohkan dengan Lan Wangji? "apa aku boleh bunuh diri?"-Wei Wuxian "kekanakan!"-Lan Wangji . . ...
