Gak sanggup baca chapter sebelumnya.
Cringe parah sumpah :v
.
.
Pukul lima pagi, Lan Wangji terjaga dari tidurnya.
Ia tak tahan untuk tidak mengulas senyum begitu menunduk dan mendapati seseorang yang ia cintai tidur meringkuk dalam pelukannya,
Dengan tubuh polos tanpa sehelai benang.
Lan Wangji hampir mengira jika ia sedang bermimpi, karena sungguh, sekalipun dirinya tak pernah menyangka jika Wei Wuxian, sosok yang pernah berusaha keras menolak eksistensinya setelah kejahatan yang ia lakukan tempo hari tiba-tiba saja menyerahkan diri padanya.
Meminta Wangji untuk menyentuhnya, dan memilikinya seutuhnya.
Itu, seperti mimpi yang tak pernah ia duga, dan ia merasa sangat bahagia, merasakan letupan menyenangkan dalam hatinya seperti hendak membuatnya melambung dalam euforia menakjubkan.
"Hmmmh."
Wangji sedikit menurunkan posisi tidurnya guna mensejajarkan wajah mereka, melihat pemuda dalam pelukannya bergerak sedikit tidak nyaman. Tangan besarnya terangkat untuk mengusap kepala sang istri agar kembali tenggelam dalam tidur lelapnya, membiarkan Wei Wuxian beristirahat lebih lama setelah malam panjang yang mereka habiskan bersama.
Iris emas itu memindai fitur wajah Wei Wuxian yang terlelap, mengagumi setiap pahatan indah miliknya.
Bulu matanya yang kentik, hidungnya yang mancung, kedua pipinya yang kenyal kemerahan, juga-
Ujung jari Wangji menyentuh belah bibir istrinya yang sedikit terbuka, merasakan kekenyalan dari benda berwarna merah muda itu.
Smoch
Pemuda Lan mengecup bibir Wei Wuxian lembut lalu tersenyum.
Semua yang ada dalam diri Wei Wuxian, Lan Wangji sangat mengaguminya.
Sekali lagi ia merasa bersyukur karena telah mengikuti apa yang kakaknya katakan, menjadi jujur pada dirinya sendiri dan kembali mengejar pemuda dalam dekapannya.
Karena, jika saja ia tetap keras kepala dan kehilangan Wei Wuxian untuk selamanya, Wangji tak tau apa yang akan terjadi pada hidupnya. Ia tak bisa membayangkan hidup didunia dimana Wei Wuxian tidak ada bersamanya.
"Aku mencintamu, Wei Ying." Bisikan lembut ia sampaikan disisi telinga sang istri, menyampaikan perasaan yang memenuhi setiap sudut hatinya untuk pemuda itu.
Matahari masih tertidur diperaduannya, Lan Wangjipun sempat berpikir untuk kembali terlelap dengan Wei Wuxian dalam pelukannya, sebelum telinganya mendengar getaran ponsel yang ada dibelakang tubuhnya.
Awalnya, ia hanya akan mengabaikannya saja.
Namun getaran itu tak juga berhenti, lalu ia memutuskan untuk melihat siapa orang yang mengganggu mereka dipagi buta seperti ini.
Sebelah tangannya meraba meja nakas, mencari letak ponsel yang masih bergetar dan seketika alisnya menukik tak suka.
10 missed call from bedebah
9 unread message from bedebah
Itu adalah ponsel milik Wei Wuxian.
Wangji melirik sipemilik ponsel yang masih pulas, ia menimang-nimang, apakah ia harus membuka ponsel istrinya itu atau tidak. Dirinya takut merusak privasi Wei Wuxian, namun juga merasa penasaran dengan seseorang yang dinamai sekasar itu oleh istrinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Silly Marriage
FanfictionBagaimana jika Wei Wuxian dijodohkan dengan Lan Wangji? "apa aku boleh bunuh diri?"-Wei Wuxian "kekanakan!"-Lan Wangji . . ...
