Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
❤️
❤️
❤️
1 bulan kemudian
"Abang gak ke kampus?"
"Nanti, jam 10," jawab Allvaro-abang tertua Arabbel yang sedang sibuk mencari karet rambut Arabbel di dalam laci.
"Ada tiga nih, mau yang warna apa?" tanya Allvaro memegang tiga karet rambut berbeda warna yang ditunjukkan pada Arabbel.
"Eeeemmm, yang abu-abu aja deh."
"Oke," balas Allvaro kemudian langsung berjalan kearah Arabbel yang sudah duduk di bangku depan meja riasnya.
"Kepang kayak biasa aja ya?" tanya Allvaro yang mulai membagi rambut Arabbel menjadi tiga bagian.
"Iya, Bang."
"Oh iya, Nanti Bang All ikut kita balik ke Indonesia gak?"
"Nanti Abang nyusul dua minggu setelah kalian, soalnya Abang masih ada tugas yang belum selesai," jawab Allvaro yang fokus mengepang rambut Arabbel
Arabbel hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
"Selesai," ucap Allvaro yang baru saja selesai mengikatkan karet kecil di rambut Arabbel.
"Abang emang paling hebat deh kalo ngepangin rambut Abbel," kata Arabbel sambil menatap pantulan dirinya di cermin.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Makasih, Bang." sambungnya kemudian mencium pipi Allvaro.
"Sama-sama Tuan Putri," Allvaro mengajak pelan puncak kepala Arabbel, kemudian mengecup singkat pipi adiknya itu.
🥀🥀🥀🥀🥀
"Bel, udah sampai, Sayang. Ayo turun."
Ucapan Harry-papa Arabbel barusan membuyarkan lamunan Arabbel.
"Eh, udah nyampe, ya?" ucap Arabbel terkekeh kemudian langsung membuka pintu mobil dan segera turun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Goresan ARABBEL
Novela Juvenil"it hurts when I make a promise" Arabbel pikir ia sudah bebas, tapi ternyata tidak. Itu semakin parah. Sesak dan kesakitan sudah menjadi makanan sehari-harinya. Bahkan darah terbuang sia-sia dari tubuhnya. 17 tahun adalah impiannya, dan baginya itu...
