Prolog

4.8K 341 41
                                        

"Abbel!" ucap seorang wanita yang terkejut melihat anak perempuannya duduk dipinggir kasur dengan darah yang mengalir dari hidungnya.

"Sayang, kamu mimisan lagi?"

Sementara Arabbel yang ditanya seperti itu hanya tersenyum dengan menampilkan deretan giginya.

"Hehe, cuma keluar dikit kok, Ma," jawab Arabbel sembari mengelap darah di hidungnya dengan punggung tangannya.

"Sayang, kan mama bilang kalau kamu mimisan atau ada sakit apa-apa lagi bilang ke Mama, Papa atau Bang Alva 'kan?" Villara-mama Arabbel mulai membantu membersihkan darah yang ada di wajah dan tangan anaknya menggunakan tisu.

"Kan Abbel udah biasa Ma mimisan kayak gini. Lagian ini cuma dikit kok gak sebanyak biasanya," balas Arabbel sambil memperhatikan mamanya yang sedang membersihkan darah ditangannya.

"Tetap aja Sayang kamu harus kasih tau kita, mau darahnya banyak atau dikit, kalau kamu pusing juga mau pusing sedikit atau pusing banget kamu harus kasih tau kita."

"Iya, Ma," Arabbel menganggukan kepalanya.

"Oh iya, Ma. Bulan depan kita jadi kan balik ke Indonesia?" tanya Arabbel dengan girang.

"Kita lihat nanti, ya?"

"Kalau kamu udah baikan kita bisa balik ke Indonesia bulan depan," jawab Villara sembari membuang tisu yang penuh darah itu ketempat sampah.

Mendengar hal itu Arabbel hanya tersenyum dan menunduk. Ia sudah sangat rindu dengan rumah dan kakak-kakaknya di Indonesia, tapi dia masih harus menetap London-Inggris untuk menjalani pengobatan rutinnya.

Villara yang menyadari perubahan raut wajah Arabbel itupun mengerti apa yang dipikirkan oleh putrinya dan segera menghampirinya.

"Abel sayang, dengar Mama," ucap Villara lembut seraya memegang bahu Arabbel.

"Sebentar lagi kamu pasti bakal sembuh. Asal kamu nurut apa kata dokter, minum obat tepat waktu, makan makanan yang sehat, sama jangan kecapean ya."

Arabbel tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

"Oh iya, sama satu lagi apa? Yang paling penting," tanya Villara

"Berdoa!" jawab Arabbel dengan semangat

"Pintar," balas Villara sambil mencubit pelan hidung Arabbel.

"Yaudah, kalo gitu kamu mandi habis itu turun kebawah ya, makan siang."

"Iya, Ma."

"Oke deh. Mama turun duluan, ya?" ucap Villara kemudian beranjak keluar dari kamar Arabbel.

TBC

*Jangan lupa vote ya... Terimakasih ❤️

Jadi ini cerita pertama ku. Jujur aku baru banget mulai bikin cerita. Jadi mohon di maafin ya kalau masih ada kesalahan dalam penulisan....
Dan aku juga bingung mau bikin prolognya gimana. Jadi semoga kalian suka ya, sama cerita ini...

Jangan lupa pencet tombol bintangnya❤️

Jangan lupa pencet tombol bintangnya❤️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

31/01/2021

Goresan ARABBELCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang