11 : Try to Convince

2.2K 178 36
                                        

❤️❤️❤️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

❤️
❤️
❤️

"Bisa kita lanjut nanti lagi, Dok, pembicaraannya?"

Avifah melihat sebentar ke arah Allvaro kemudian mengangguk, "baik, Pak, Buk. Nanti keruangan saya saja, ya?"

"Iya, Dok," jawab Harry dan Villara.

"All," panggil Villara.

Allvaro tak menjawab. Ia menghampiri mama dan papanya lebih dekat, kemudian melihat kearah Arabbel lewat kaca. "Abbel nggak tambah parah 'kan?"

Harry dan Villara saling tatap. "Kemo pertama sudah dilakukan dua Minggu lalu tapi gak banyak perkembangan," jawab Harry.

"Kenapa bisa?"

"Kasih tau Allva informasi lengkap tentang kondisi Abbel... Allva yakin masih ada yang Mama sama Papa sembunyiin. iya kan, Ma, Pa?" tanya Allvaro penuh penekanan.

"Allva, kita bakal cari cara lain supaya Abbel bisa cepet sembuh," ucap villara menenangkan Allvaro.

"Mama sama Papa mau keruangan dokter tadi 'kan?" Harry dan Villara mengangguk. "Allva ikut!"

"Allva kamu disini aja, ya? Jagain adik kamu."

"Mereka bertiga bisa jagain Abbel, Ma, Allva mau ikut. Allva mau tau kondisi lengkap Abbel."

Villara melihat ke arah Harry yang diberi anggukan oleh suaminya itu.

"Biar Papa aja yang ngasih tau kamu, ya? Kita bicara dibawah aja," ucap Harry.

Harry berjalan kearah ruang rawat Arabbel dimana keempat anaknya sedang menonton tv. "Nak," keempat anaknya menoleh, "Papa, Mama, sama Bang Allva ke kantin dulu, ya, kasian Bang Allva dari tadi belum makan."

"Kalian disini dulu jangan kemana-mana. Bang, jaga adek nya!" peringat Harry kepada tiga anak laki-lakinya.

"Iya, Pa."

🥀🥀🥀🥀🥀

Di sini lah mereka. Harry, Allvaro dan Villara. Di kantin bawah rumah sakit. Mereka memilih meja untuk empat orang dengan posisi Villara yang di samping Harry, dan Allvaro yang duduk tepat di depan Harry.

"Kanker dalam tubuh Abbel sudah sangat parah. Bahkan kemo juga tidak membantu banyak," ucap Harry serius.

Allvaro memejamkan matanya sejenak, "tapi ada cara lain kan, Pa? Nggak mungkin gak ada. Bahkan dengan donor sumsum tulang belakang juga bisa 'kan?"

Harry mengangguk, "kemarin kita sudah mau melakukan itu, tapi kita rasa itu tidak bisa dilakukan."

"Kenapa, Pa?"

Goresan ARABBELCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang