53 : What Happened?

1.3K 88 31
                                        

Udah berapa lama nih?🙂

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Udah berapa lama nih?🙂

*Mohon koreksi dan kasih tau ya kalau ada typo dan salah penulisan*

Tinggalin jejak kalian ya, komen dan vote pliiisss biar aku semangat nulisnya...
Yang vote sama komen baik banget deh, suer....

💜
💜
💜


Jari lentik juga mulus dengan kuku sedikit panjang yang diberi warna cream dengan motif cokelat tua berbentuk love itu tak henti bermain dengan tangan Arabbel yang tidak diinfus sejak tujuh menit lalu.

Sudah setengah jam lebih Nalla berada di ruang inap Arabbel bersama Faliya juga Vanila, dan sudah sepuluh menit kebelakang ini ia berdiri di sebelah brankar Arabbel. Ia memilih untuk mendekati Arabbel karena sudah bosan menunggu Arabbel yang tak kunjung bangun.

Hampir sepuluh menit jari-jarinya mengusili Arabbel. Mulai dari menekan-nekan ringan jari tangan Arabbel dengan jari telunjuknya, membuat pola abstrak di punggung tangan Arabbel, menepuk-nepuk pelan tangan Arabbel juga menekan pelan satu-persatu kuku tangan Arabbel. Tapi tidur gadis itu tetap tak terusik.

"Nal, ih, lo iseng banget sumpah."

Nalla menoleh ke belakang di mana Faliya duduk bersebelahan dengan Vanila di sofa. Ia hanya tertawa jahil merespon ucapan Faliya barusan.

Sudah tiga kali Faliya mengomeli Nalla karena mengganggu tidur Arabbel. Tapi ia tetap tidak berhenti.

"Enghhh" Arabbel menggeliat kecil dalam tidurnya membuat ketiga sahabatnya langsung menoleh semangat.

"Bangun?" tanya Vanila pada Nalla tanpa mengeluarkan suaranya saat Nalla kembali menoleh ke belakang.

Nalla menggeleng untuk menjawabnya.

Sudah merasa bosan menunggu Arabbel bangun dari tadi, Nalla akhirnya beranjak menuju kedua temannya bergabung duduk berdempetan di sofa.

Pandangan ketiganya sama-sama mengarah pada Arabbel yang masih memejamkan matanya.

"Pftt" tawa tertahan itu berasal dari Arabbel disertai senyumnya yang mulai terbentuk—masih dengan matanya yang terpejam—membuat ketiga temannya heran.

"Capek banget nahan ketawa," ucap Arabbel sambil tertawa dan membuka matanya.

"Abbel lo kurang ajaaar...." protes Faliya yang langsung berdiri menghampiri Arabbel dengan tangannya yang menunjuk wajah Arabbel.

Faliya bercanda saat mengucapkan itu. Walaupun sebenarnya ia juga kesal karena Arabbel mengerjai mereka tapi ia mengucapkan itu juga dengan tawanya yang nyaring.

Nalla dan Vanila pun ikut mendekati Arabbel dengan protesan-protesan tak jelas yang keluar dari mulut mereka masing-masing.

"Kita bosan nunggu lo bangun anjir," ucap Vanila.

Goresan ARABBELCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang