42 : past stories

1.1K 88 45
                                        

*Mohon koreksi dan kasih tau ya kalau ada typo dan salah penulisan*

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*Mohon koreksi dan kasih tau ya kalau ada typo dan salah penulisan*

Tinggalin jejak kalian ya, komen dan vote pliiisss biar aku semangat nulisnya... Yang vote sama komen baik banget deh, suer....

❤️
❤️
❤️

"Tante Savira itu saudara tiri Bunda, dan Kiara itu anaknya. Bunda dulu sayang banget sama Tante Savira, bahkan setelah suami pertamanya meninggal bunda dengan senang hati biayain kehidupan Tante Savira sama Kiara. Pakai uangnya sendiri. Uang hasil kerja kerasnya, bukan uang Ayah."

Alvarro menyandarkan kepalanya pada bahu Arabbel. Mereka duduk di pinggir gazebo ini dengan kaki yang menggantung ke bawah. Alvarro baru saja memulai ceritanya. Sementara Arabbel, ia masih diam menunggu Alvarro selesai menceritakan semuanya. Berusaha menjadi pendengar yang baik bagi cowok itu.

"Ayah sama Bunda memang selalu sibuk kerja dari dulu. Ayah jadi dokter dan bunda pemilik rumah sakitnya. Aku sama Bang Alan memang lebih sering berdua di rumah sama Bik Fifi ketimbang sama mereka. Tapi Alka enggak. Dia sering banget ikut ayah kerja setelah pulang sekolah. Dari dulu dia memang lebih dekat sama Ayah."

Bola mata Alvarro bergerak ke sana ke mari saat ia bercerita. Mengingat kembali masa lalunya bukan lah sebuah hal yang ia inginkan. Tapi di saat seperti ini, bercerita pada orang yang kita percaya dapat meringankan semua beban pikiran kita.

Kini posisi Alvarro sudah berubah setelah ia meminta izin untuk berbaring di paha Arabbel. Cowok itu merebahkan tubuhnya dengan paha Arabbel yang terbalut dress panjang sebagai bantal kepalanya.

Ia menutup matanya, menikmati sentuhan jari-jari tangan kiri Arabbel yang berada di kepalanya. Gadis itu mengelus rambutnya.

Dengan mata yang masih terpejam Alvarro kembali melanjutkan ceritanya. "Alka sering datang ke rumah sakit buat nemenin Ayah kerja. Tapi bukan cuma Alka. Tante Savira juga sering ke sana tanpa sepengetahuan Bunda, aku dan Alan."

"Kalau dibayangin mereka sudah kayak keluarga harmonis. Hampir setiap hari mereka ngumpul di ruang kerja Ayah setiap Ayah lagi gak ada tugas. Alka sudah manggil Tante Savira dengan sebutan 'Mama'. Kiara juga sudah manggil ayah dengan sebutan 'Daddy' secara diam-diam supaya kita gak tau." Alvarro terkekeh setelah mengucapkan kata terakhirnya.

"Di umurnya yang segitu, dan posisinya yang sudah kelas 5 SD gak mungkin banget kalau Alka gak curiga ngeliat kedekatan ayah sama tante. Tapi gak ada niatan sedikit pun dari dia buat ngasih tau ke Bunda. Dia bahagia di posisi itu tanpa mikir perasaan Bunda."

"Sampai akhirnya, sekertaris Ayah sudah gak kuat lagi buat nutupin semuanya. Dia ngerasa bersalah sudah ikut andil nyembunyiin semuanya dari Bunda padahal Bunda yang ngasih dia kerjaan. Sebagai dokter utama dan suami dari pemilik rumah sakit itu sudah pasti Ayah bisa ngelakuin banyak hal yang dia mau sesuai kehendaknya."

Goresan ARABBELCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang