"it hurts when I make a promise"
Arabbel pikir ia sudah bebas, tapi ternyata tidak. Itu semakin parah.
Sesak dan kesakitan sudah menjadi makanan sehari-harinya. Bahkan darah terbuang sia-sia dari tubuhnya.
17 tahun adalah impiannya, dan baginya itu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*Mohon koreksi dan kasih tau ya kalau ada typo atau salah penulisan*
❤️ ❤️ ❤️
Sudah dua hari sejak Arabbel menjalankan tranplantasi sumsum nya. Semakin lama Arabbel terlihat semakin sehat, walaupun masih harus berbaring di kasur dan tidak boleh banyak bergerak terlebih dahulu. Allvaro yang menjadi pendonor sumsum bagi Arabbel pun sudah terlihat segar kembali. Ia sudah bisa berjalan dan melakukan aktivitasnya dengan normal.
Kini Villara, Harry, dan Dokter Avifah sedang berbincang diruang tamu kamar inap Arabbel.
"Dilihat dari perkembangan Arabbel setelah operasi dua hari yang lalu kondisi Arabbel semakin membaik," kata yang keluar dari mulut Avifah menerbitkan senyum di wajah Villara dan Harry.
"Arabbel juga tidak mengalami demam dalam empat puluh delapan jam setelah operasi. Ya walaupun masih ada mual sewaktu-waktu tapi itu tidak masalah. Karena emang efeknya seperti itu."
"Dan kayaknya Arabbel juga sudah boleh pulang dalam dua hari ke depan, Pak, Buk."
Villara dan Harry tentu sangat senang melihat perkembangan yang sangat baik dalam tubuh Arabbel.
"Apa tidak masalah Dok jika pulang secepat itu?" Villara bertanya.
"Tidak papa. Asal Arabbel masih harus banyak beristirahat di rumah. Tidak boleh terlalu banyak gerak apa lagi buat jalan-jalan keluar rumah."
"Dan walaupun Arabbel sudah pulang ke rumah tapi proses pemulihan tetap berlanjut selama tiga bulan atau paling lama sampai satu tahun. Jadi Arabbel belum boleh sekolah dulu. Arabbel juga tetap harus melakukan kemoterapi dua sampai tiga kali lagi untuk memastikan bahwa sel kankernya sudah benar-benar hilang," jelas dokter Avifah.
"Baik, Dok, kami akan lakukan yang terbaik," ucap Harry.
"Bagus lah kalau begitu. Boleh saya bertemu dengan Arabbel?"
"Oh iya, tentu boleh banget, Dok. Silahkan." Harry dan Villara bangkit berdiri untuk mempersilahkan Avifah masuk keruang rawat Arabbel.
🥀🥀🥀🥀🥀
2 hari kemudian
Kini, Arabbel bersama mama dan papanya sedang berada di dalam mobil untuk perjalanan pulang kerumahnya dari rumah sakit. Ya, Arabbel memang sudah boleh pulang siang ini.
Arabbel duduk sendiri di kursi belakang. Harry sedang menyetir dan Villara duduk di sebelah Harry. Saudara-saudara Arabbel sudah duluan pulang ke rumah sehari sebelumnya untuk mempersiapkan kedatangan Arabbel, yang tentu saja dibantu oleh para pekerja di rumah itu.
Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di kediaman keluarga Stynlic.