"it hurts when I make a promise"
Arabbel pikir ia sudah bebas, tapi ternyata tidak. Itu semakin parah.
Sesak dan kesakitan sudah menjadi makanan sehari-harinya. Bahkan darah terbuang sia-sia dari tubuhnya.
17 tahun adalah impiannya, dan baginya itu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*Mohon koreksi dan kasih tau ya kalau ada typo dan salah penulisan*
Tinggalin jejak kalian ya, komen dan vote pliiisssbiar aku semangat nulisnya... Yang vote sama komen baik banget deh, suer....
❤️ ❤️ ❤️
Sepertinya hari ini tidak mendukung bagi Arabbel untuk konsentrasi dalam belajarnya di sekolah.
Tidak biasanya Arabbel seperti ini. Walaupun ia sering sesak, pusing, mimisan dan lemas tapi ia tetap bisa mengendalikan dirinya agar tetap fokus pada pelajaran. Tapi kali ini tidak. Bahkan mata Arabbel terasa sangat berat sekali. Padahal semalam ia tidur cepat.
"Arabbel, why haven't you been focused? What's wrong?" tanya Bu Ania-guru bahasa Inggris yang sedang mengajar di depan.
Arabbel yang mendapat teguran langsung menolehkan kepalanya ke depan. "Sorry, Ma'am. I'm just a little unwell."
Bu Ania pun langsung berjalan menuju Arabbel. Ia menyentuh kening Arabbel dengan punggung tangannya dan memperhatikan wajah Arabbel yang memang terlihat kurang bersemangat.
"Nalla, tolong bawa Arabbel ke UKS, ya?" pinta Bu Ania pada Nalla.
🥀🥀🥀🥀🥀
Kericuhan sedang memenuhi ruangan kelas 11 IPS 1 sekarang. Guru yang seharusnya mengajar sekarang sedang berhalangan untuk hadir. Bahkan ia juga tidak meninggalkan tugas untuk muridnya. Alhasil kelas ini mendapat jamkos alias jam kosong yang mereka gunakan untuk sibuk dengan urusan tak berfaedah masing-masing. Ya walaupun masih ada beberapa yang tetap belajar.
Kenzo yang sekarang sedang duduk di bangku belakang Alvarro mengulurkan tangannya untuk menepuk bahu laki-laki yang sedang berbincang dengan Attara hingga Alvarro menoleh.
"Abbel lagi di UKS," ucap Kenzo.
"Tau dari mana?" tanya Alvarro.
"Fali barusan chat gue."
"Thanks." Hanya itu balasan dari Alvarro setelahnya ia langsung berdiri dari duduknya. Berjalan keluar kelas.
"Tu anak ngapain ngikutin Alva?" ucap Kev saat melihat Kiara berjalan ke arah Alvarro yang baru saja keluar pintu kelas.
"Alvarro!" panggil Kiara.
"Alva dengar dulu!"
Kesal tak mendapat respon dari Alvarro yang terus berjalan, ia akhirnya melontarkan kalimat yang berhasil membuat Alvarro berbalik badan.