Pernyataan Aurora benar-benar membangunkan amarah dan gelora dendam di dalam tubuhnya. Martin tak bisa terima, tanpa mengatakan hal apapun lagi ia melesat pergi meninggalkan Aurora seorang diri demi membalaskan perbuatan keji sang kakak terhadap gadis tak berdosa itu
Martin tak mampu berfikir jernih, otaknya terus berkonfrontasi untuk menghukum Jack dengan cara yang keji. Ia sudah pernah menduga hal ini akan terjadi, tapi untungnya kali ini Aurora masih di beri kesempatan hidup. Entah bagaimana jika Aurora benar-benar mati di tangan Jack, Martin tak bisa membayangkan hal itu
"Bajingan itu harus mati di tangan ku!" geram Martin sambil menggerakkan gigi serta mengepal kan jemarinya, sampai buku jari nya memutih. Tak perduli jika Jack adalah kakak kandungnya sendiri
Vampir remaja itu terus melesat cepat sampai tak terasa kedua kakinya telah memasuki teritori Istana milik Jack. Tapi belum sampai ia menyentuh pintu gerbang yang menjulang tiba-tiba ada dua makhluk bertubuh besar dengan wajah menyeramkan menghadang nya
Martin tahu siapa mereka, aroma tubuh Martin pasti sudah tercium oleh dua penjaga Jack itu. Mereka menatap Martin dari atas sampai bawah, masing-masing dari mereka membawa senjata berupa gada besar yang siap di ayun kan ke kepalanya
Tapi meski begitu Martin sama sekali tak gentar, ia di bekali beberapa keahlian bela diri. Belum lagi kekuatan nya yang tak bisa di anggap remeh
"Menyingkir atau aku akan membanting tubuh kalian sampai tulang kalian hancur tak bersisa!" titah Martin dengan tatapan tajam nya
Kedua makhluk menyeramkan itu menggeram, mereka jelas marah
"Anda tidak diperboleh kan memasuki wilayah, Paduka." salah satu makhluk itu menyahut, oh pasti Jack sudah mengajari mereka caranya berbahasa seperti manusia
Martin tertawa meremehkan, ia mengangguk mengerti. Tanpa banyak basa-basi lagi remaja Vampir itu memasang kuda-kuda, sekali melesat tubuh kedua makhluk itu ambruk di depan pagar sambil mengerang kesakitan
Martin melompat dari tubuh makhluk tersebut lalu menoleh menatap makhluk itu sinis
"Kalian memang makhluk bodoh! Terlalu banyak membuang waktu ku." tukas Martin sebelum masuk ke dalam Istana Jack
Ia melesat cepat tapi matanya tetap fokus bersiaga, takut anak buah Jack tiba-tiba kembali menghadang nya seperti tadi sekalipun kali ini situasi dalam keadaan sunyi dan sepi. Sedikit aneh, apa Jack mencoba menjebak nya?
"Di mana keparat itu bersembunyi?!" gumam Martin begitu kaki nya menapaki area singgasana Jack berada, ia menatap sekeliling nya awas. Semua nampak sepi seperti tak ada penghuni, sambil terheran-heran Martin terus melacak keberadaan Jack. Aroma pria itu kuat, Martin yakin Jack ada di sekitarnya
Vampir jahanam itu pasti bersembunyi
"Keluar kau sialan! Jangan jadi pengecut dan bersembunyi atas perbuatan bejat mu!!!" Martin berteriak murka, nafas nya tersenggal-senggal akibat emosi
Ia benar-benar siap menghancurkan Jack, atau sekalipun pria itu tidak muncul Martin akan porak-porandakan Istana pria itu
"Mencari ku, Brother?!"
Martin segera berbalik dan menatap Jack dengan senyum miringnya. Seperti dugaannya Jack pasti tadi bersembunyi, ah apa pria itu malu di katakan pengecut? Dasar Bastard!
"Brother? Aku bahkan tak sudi menganggap mu sebagai kakak ku" desis Martin
Jack mengedikkan bahu nya tak acuh lalu berjalan mendekati sosok Martin yang emosi dengan gaya begitu santai
"Tidak baik berbicara sekasar itu, kau bisa tua sebelum waktu nya nanti" Jack terkekeh geli mendengar ucapan nya barusan
Martin mendengus
"Simpan omong kosong mu, aku kesini untuk membalas dendam atas perbuatan jahat mu kepada Aurora"
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Vampire Love Me
VampireDengan paras yang menyerupai bidadari, Aurora bagaikan bintang di mata para kaum adam. Bersinar dan memukau. Namun sayang, Aurora hanya di anugrahi kecantikan fisik, tidak dengan kepintaran otaknya Aurora begitu lugu, polos seperti kertas putih. Di...
