Jack terkekeh sinis melihat pemandangan di depan sana, ini yang ia tunggu-tunggu. Semua dendam nya akan ia bayar lunas, termasuk kesedihan yang di rasakan Aurora. Ia bersiap menghadapi sekawanan Vampir busuk itu. Mereka bukan tandingannya
"Oh kau datang seorang diri? Harusnya kau datang membawa anak buah mu, jika kau masih ingin pulang dalam keadaan utuh. Yang mulia!" tukas pria dengan surai pirang di depan sana dengan nada suara mencemooh. Oh Jack tertawa mendengar perkataan congkak itu
Apa ia harus takut?
Oh tentu tidak! Harus nya mereka yang lebih khawatir pulang dalam keadaan tangan dan kaki terpisah dari tubuh, atau kepala- maybe?
"Untuk seukuran bocah remaja, kau terlalu sombong. Nak! Harusnya Ayah mu lah yang berdiri di depan ku saat ini, bukan nya kau." dengan tenang Jack membalas, kedua tangannya ia masukkan kedalam saku jubah hitam yang di kenakan nya
Kedua bola matanya yang semerah darah berpendar, menatap satu persatu gurat wajah musuh nya, membaca apapun yang terlintas di fikiran mereka. Bukannya sombong, tapi Jack dengan kepedean tingkat Dewa yang ia miliki, dirinya mampu menebas habis musuh-musuh nya hanya dalam satu kali jentikan jari
Mau bukti?
Mari kita coba saksikan!
Tapi sebelum itu, Jack mau memperjelas tujuan di laksanakan nya peperangan ini. Ia ingin mereka tahu mengapa dirinya- yang seorang Raja Vampir mau ikut andil bertarung dengan mereka- sekawan sampah. Padahal ada banyak anak buah nya yang merupakan petarung hebat, yang bisa menggantikan posisinya kini. Dan Jack tak perlu membuang-buang tenaga meladeni anak dari musuh nya itu
"Kenapa? Apa kau takut menghadapi ku, yang mulia. Yang jelas lebih muda dan kuat, ketimbang Ayah ku? Ah- tidak-tidak, siapapun tahu bahwa kami... Vampir Clan Barat adalah yang terkuat dan terhebat" ucap nya songong
Jack tersenyum, bukan senyum rupawan tentu nya. Melainkan senyum meremehkan, ia akui bocah remaja itu memiliki keberanian yang lumayan juga. Tapi sekali lagi, Jack bukan lah tandingannya. Ia jadi kasihan sendiri, Ayahnya itu terlalu pede mengumpan kan putranya sendiri. Ah tapi masa bodo!
"Apa termasuk merebut kerajaan lain, dan mengadu domba nya itu salah satu kehebatan Clan mu juga ya?" Jack menaikkan sebelah alis nya seraya melempar pertanyaan yang membuat musuh nya itu menampilkan wajah merah padam seketika
Tapi tunggu, ini belum seberapa. Pokoknya Jack ingin memprovokasi bocah itu sampai kena mental, baru peperangan akan berjalan dua kali lebih seru. Hahaha...
"Kenapa? Tersinggung ya? Ups! Maaf, tapi nyatanya benar kan, Ayah mu itu terlalu naif. Salah memilih mangsa, kerajaan ku level nya terlalu tinggi. Tidak pantas di jajah oleh Clan mu itu. Lagian apa yang aku lakukan kemarin tidak ada apa-apa nya, dibandingkan dengan perbuatan Ayah mu terhadap Kerajaan ku!" Jack kembali melempar serangan kedua, oh ia seperti tengah bercengkrama dengan teman lama. Ia berjalan bolak-balik dengan santai di depan para musuh nya
Remaja berambut pirang itu menggeram marah, tak menerima jika kerajaan nya di rendah kan di depan para anak buah nya. Benar-benar sialan Raja congkak itu, sepertinya ia belum tahu kehebatan nya
"APA NYA YANG TIDAK APA-APA NYA ITU? KAU BAHKAN HAMPIR MEMBAKAR SETENGAH HUTAN WILAYAH KAMI!!! DASAR RAJA SIALAN, TERKUTUK LAH KAU. KERAJAAN MU TIDAK PANTAS DI PIMPIN OLEH RAJA SOK BIJAKSANA SEPERTI MU! AH DAN MENGENAI MATE MU ITU... SEPERTI NYA DIA AKAN MENJADI WANITA DENGAN NASIB TERSIAL KARENA MENIKAH DENGAN PRIA BRENGSEK YANG GEMAR BERMAIN WANITA!!!" amuk nya sambil menunjuk-nunjuk wajah Jack
Mendengar semua ucapan itu membuat langkah kaki Jack seketika terhenti. Ia mungkin bisa menerima semua hinaan bocah itu, tapi tidak jika menyeret-nyeret permaisuri nya
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Vampire Love Me
VampireDengan paras yang menyerupai bidadari, Aurora bagaikan bintang di mata para kaum adam. Bersinar dan memukau. Namun sayang, Aurora hanya di anugrahi kecantikan fisik, tidak dengan kepintaran otaknya Aurora begitu lugu, polos seperti kertas putih. Di...
