Aurora tersenyum lalu bertepuk tangan begitu mendapati satu kotak Macaroon berbagai rasa setelah ia bangun dari tidur nyenyaknya, Aurora sangat yakin jika itu adalah miliknya karena ada catatan yang tertempel di atasnya
Enjoy the cake, Kitten.
Begitu katanya, Aurora tahu itu pasti dari Jack. Karena siapa lagi yang memanggil nya dengan sebutan 'kucing' selain pria itu. Eww...
Memang nya ia terlihat seperti kucing apa?
Tapi masa bodo, yang penting sekarang Aurora sangat bahagia karena di pagi yang cerah ini ia bisa memakan makanan kesukaannya sampai tak menyadari jika pria itu sudah tidak berada di sisinya lagi, Jack.
Entah kemana Jack pergi...
Semalam mereka menghabiskan waktu dengan banyak bercerita setelah kejadian mengerikan kemarin, seperti menceritakan tentang masa kecil nya, teman-temannya sehingga membuat Jack terlihat kesal entah karena apa, lalu tanpa ia duga pria itu pun mengalir begitu saja ikut menceritakan sedikit kisah hidupnya. Meski pada awalnya Aurora memaksa, tapi selebihnya Jack terdengar suka rela berbicara- meski hanya secuil. Tapi setelah kejadian itu, Aurora tahu Jack memiliki sisi lain yang tak pernah ia ketahui
Dari cerita yang Aurora tangkap Jack nyatanya tidak seburuk dan sejahat itu, jack hanya merasa kesepian setelah di tinggal mati oleh mommy nya. Sehingga pria itu melampiaskan semua perasaannya lewat jalan yang salah, Jack pergi dari Istana ayah nya dan memilih menjadi seorang Raja tunggal. Menyibukan waktunya sebagai mesin pembunuh yang keji, berperang dengan kerajaan lain bahkan bersaing dengan ayah nya sendiri, berharap hal itu bisa membunuh kesedihan dan rasa sepi di hatinya.
Hanya sedikit yang Aurora dapatkan, begitu ia bertanya alasan mengapa ia bermusuhan dengan sang ayah, atau kenapa lebih memilih menjadi orang jahat ketimbang menjadi Raja yang baik nan dermawan. Alih-alih menjawab Jack malah menyuruhnya tidur dan memaksa menutup kedua kelopak matanya, lalu mematikan semua lampu sampai gelap gulita sehingga membuat Aurora seketika terdiam tak mampu bergerak karena ketakutan.
Ah, memang benar-benar menyebalkan pria itu, tapi kenapa ketika Aurora mengingat Jack ia tak mau berhenti tersenyum. Padahal semestinya Aurora takut, mengingat Jack pernah nyaris membunuhnya. Dan lagi pria itu kejam, pemain wanita pula, apa mungkin ia juga bukan satu-satunya melainkan ada wanita lain yang di persunting pria itu. Seperti kasus Candice
Senyuman merekah nya sirna...
"Kenapa tiba-tiba Rora jadi overthingking" gumam nya lirih seraya menggigit kue di tangannya dengan gerakan slow motion
Ia sepertinya harus memastikan sendiri dan kembali memaksa Jack bercerita, apakah pria itu memiliki wanita lain selain dirinya di luar sana. Tapi kenapa Aurora jadi terdengar seperti istri yang tengah mencurigai suaminya berselingkuh?
"Akh! Menyebalkan!" Aurora melempar sisa kue di tangannya kesal, memilih beranjak dari atas ranjang karena para maid mulai berdatangan untuk melayaninya
Sebisa mungkin Aurora mengeyahkan fikiran sialan itu sebelum ia benar-benar menjadi gila hari ini. Apalagi tuan Alfonso akan memberikannya ujian materi, Aurora harus benar-benar fokus agar usaha belajar nya tidak sia-sia
"Apa tuan Alfonso sudah tiba?" Aurora bertanya kepada salah satu maid yang tengah menyiapkan baju untuk nya, meski Aurora sudah melarang pelayan-pelayan itu agar tidak terlalu memanjakan nya. Tapi mereka tetap saja melakukan hal itu dengan alasan Jack akan membunuh mereka jika tidak mampu melayani Aurora yang berstatus senagai permaisuri nya dengan baik
Ck! pria itu memang selalu se enaknya, mentang-mentang memiliki kuasa.
"Tuan Alfonso sedang dalam perjalanan, paduka Ratu"
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Vampire Love Me
VampirosDengan paras yang menyerupai bidadari, Aurora bagaikan bintang di mata para kaum adam. Bersinar dan memukau. Namun sayang, Aurora hanya di anugrahi kecantikan fisik, tidak dengan kepintaran otaknya Aurora begitu lugu, polos seperti kertas putih. Di...
