Kedua bola matanya mengerjap pelan saat setitik cahaya berusaha menerobos masuk ke dalam retina matanya, ia mengerang pelan dengan suara khas maskulin milik nya. Tubuh nya yang terbalut selimut tebal ia singkap sambil mengernyit kebingungan
Perlahan tubuh nya bergerak merubah posisi yang awal nya terbaring menjadi duduk bersandar di kepala ranjang. Menyadari tempat yang ia singgahi bukan lah tempat tinggal nya, ia pun mendengus pelan
"Sialan! Ternyata pria tua itu menjebak ku?!" ia bergumam dengan kesal begitu separuh ingatan nya mengulang rentetan kejadian yang ia alami
Tuxedo mahal nya entah menghilang kemana, berganti dengan piyama polos berwarna hitam. Ia yakin pria itu juga yang telah menggantikan nya
"Akh! Aku harus keluar dari Istana ini, aku yakin ada yang yang tak beres" sambil mengerang menahan pusing, pria muda itu pun menurunkan sepasang kaki milik nya- menapaki lantai mermer nan mewah lalu berjalan dengan tertatih
Klek....
"Oh sudah bangun rupanya, putra ku!"
Dengan mata berkilat merah, ia melirik pria paruh baya yang berstatus sebagai orang tua kandung nya terpekik riang di ambang pintu. Orang tua yang tak dianggap sebenarnya, karena bagaimana pun luka yang pria itu torehkan begitu besar dan membekas sehingga mampu membuat rasa sayang nya sebagai seorang anak hilang
Pria paruh baya itu berjalan mendekati nya, namun ia pun tak mau kalah- ia berjalan menghindar tetap dengan tatapan tak bersahabat
"Kau tidak merindukan Daddy, Martin?" pria itu bertanya dengan nada di buat sendu, kedua tangannya ikut merentang seperti hendak memeluk
"Rindu? Cih! Urus saja permaisuri binal mu itu!" Martin berseru dengan sarkas, ia sama sekali tak takut menghadapi Daddy nya. Terlebih melihat ekspresi pria itu yang sama sekali tak tersinggung dengan perkataan nya, dan malah berbalik terkekeh seolah ucapannya barusan hanya sebatas gurauan.
"Dia Mommy mu juga, sayang" balas Daddy nya setelah lelah terkekeh
Martin tersenyum sinis dan berbalik memunggungi, ia lebih baik menatap kearah luar jendela kamar ketimbang melihat wajah pria di hadapannya yang begitu memuakkan
"Jangan pernah menyeret ku ke dalam rencana jahat mu!" pungkas Martin, seolah tahu jika Daddy nya memang berniat melakukan suatu rencana busuk namun hendak mengajak nya bekerja sama
"Rencana jahat apa, son? Aku ini pria baik" pria itu menyahut dengan santai, sambil mengambil posisi di samping Martin. Tak mengindahkan penolakan secara tak langsung putranya untuk menjaga jarak
Martin memutar kedua bola mata nya malas, harus berapa kali ia menjelaskan jika dirinya sudah terlalu muak menjalin hubungan apapun dengan pria itu. Terlebih dengan cara kampungan, menjagalnya di tengah perjalanan menuju pesta lalu menyerang pelayan dan anak buah nya. Sungguh ingatan nya tak boleh di anggap remeh, sekalipun Daddy itu telah menyuntik nya dengan sebuah cairan aneh hingga membuatnya bisa berada di Istana pria itu
"Jika kau terlahir sebagai pria baik, maka keadaan takkan seperti ini. Kau menjagal ku di tengah hutan dan menyerang seluruh anak buah ku tanpa alasan- ah tidak, aku tahu semua tindakan mu itu mengandung rencana jahat. Tapi sayang nya kau selalu mengelak, dan menganggap jika semua tindakan mu itu benar. Bukan kah itu terdengar munafik?!" seloroh Martin tanpa menurunkan volume suaranya, ia benar-benar kalap tak mampu lagi bersikap hormat dengan Daddy nya itu
Gara-gara pria itu juga seluruh rencanaya gagal, ia tak dapat bertemu dengan Aurora. Ia bahkan tak tahu keadaan anak buah nya termasuk Nicholas dan Sam seperti apa kini
![](https://img.wattpad.com/cover/215466974-288-k746659.jpg)
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Vampire Love Me
VampireDengan paras yang menyerupai bidadari, Aurora bagaikan bintang di mata para kaum adam. Bersinar dan memukau. Namun sayang, Aurora hanya di anugrahi kecantikan fisik, tidak dengan kepintaran otaknya Aurora begitu lugu, polos seperti kertas putih. Di...