Pesan Terakhir Aurora!

1K 43 7
                                        

Rasa nya Aurora seperti baru saja bangkit dari kematian, seluruh tubuhnya terasa kaku tak bisa di gerakan. Matanya mengerjap dengan lemah, pandangan nya masih samar tapi ia sangat yakin jika dirinya tidak berada di dalam kamar yang berada di Istana Jack

Dengan gerakan pelan telapak tangannya meraba alas yang ia tiduri, terasa kasar seperti terbuat dari anyaman daun kering. Seingatnya Aurora tertidur ditemani bibi Jane tapi sekarang entah kemana wanita paruh baya itu, membuat nya merasa kehilangan. Bola matanya bergulir memandang ke arah jendela kusam yang di penuhi debu, ini jelas bukan berada di Istana Jack

Dan entah sedang berada di mana dirinya sekarang? Sepertinya Aurora di culik. Setitik air mata mengalir di kedua pipi nya, Aurora menangis tanpa suara, merasa ketakutan dan kehilangan. Kenapa orang-orang meninggalkannya? Kenapa Jack tidak menolongnya?

Fikiran nya terus di penuh oleh beberapa pertanyaan yang membuat tangis nya tak kunjung mereda sampai ia mendengar suara langkah kaki berderap mendekati posisinya, Aurora pun terkesiap. Suara gemericik besi yang bergesekan terdengar nyaring seiring pintu yang terbuka menampilkan dua orang pria berbeda usia

Aurora melirik dua orang pria itu ketakutan dan sayang nya ia tak mampu melakukan apapun, Aurora hanya bisa pasrah untuk saat ini

"Hei cantik, kau sudah sadar ya rupanya? Bagus lah kalau begitu, aku tak perlu membuang-buang waktu lebih banyak lagi."

Aurora meneguk ludah nya susah payah kala pria yang ia taksir seusia dengan paman Robert itu mengelus pipinya dan menatapnya dengan tatapan melecehkan, ia benar-benar tak menyukai pria itu

"Vampir sialan itu ternyata beruntung juga mendapatkan gadis secantik mu, tapi sayang keberuntungan nya tidak bertahan lama. Karena sebentar lagi kau akan menjadi milik ku, hahahah..." pria berwajah seram itu tertawa terbahak seraya mengelus surai Aurora

Terasa menjijikkan, Aurora berusaha melepaskan diri dari pria sialan itu. Memang nya siapa yang akan menjadi pemilik pria tua bangka bau tanah itu? Dasar tukang mimpi!

"Hei Romano sembuhkan dia dengan sihir mu, aku ingin mendengar suaranya!"

Pria yang di panggil Romano itu mengangguk dan segera memantrai tubuh kaku Aurora dengan sihir nya.

Dalam sekejap tubuh Aurora terasa kembali bugar dan bisa di gerakan, dengan cepat gadis itu bangkit dari pembaringan nya dan mencoba menjauh dari jangkauan dua pria di hadapannya, tak memperdulikan rasa sakit di sekujur tubuhnya

"Jangan takut cantik aku tidak akan menyakiti mu, kemarilah!" titah pria itu dan Aurora menggelengkan kepalanya sambil memeluk tubuhnya ketakutan

"Ja-jangan sentuh Rora, men-menjauh!" lirih Aurora meminta pria itu menjauhi nya dengan nada ketakutan

Tapi bukannya menurut pria tua itu malah tertawa terbahak dan pria muda di sisinya yang bernama Romano tersenyum miring melihatnya

"Suara mu benar-benar merdu cantik." kekeh pria itu dan dengan gerakan cepat tiba-tiba ia menarik paksa lengan Aurora

"Akh! Lepaskan Rora, lepas!" Aurora meronta, lengannya terasa sakit kini . Belum lagi gaun putih yang mirip seperti gaun pernikahan yang melekat di tubuhnya membuat langkahnya tesendat

Plak...

Wajah nya terpelanting dengan rasa panas menyakitkan begitu pria sialan itu menampar nya dengan amat keras, Aurora meringis dan merasakan sudut bibir nya robek

"Diamlah! Simpan suara cantik mu itu, atau kau akan tahu akibatnya!"

Pria itu kembali menyeretnya bak hewan, membawa nya ke suatu tempat di mana ada seorang wanita yang di ikat di sebuah kursi kayu dengan keadaan lemah. Aurora kembali memberontak begitu otaknya memberi sinyal buruk, ia pasti akan di siksa seperti hal nya wanita itu

Mr. Vampire Love MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang