"Rosa!"
Deg!
Rosa menatap seorang lelaki yang ada di hadapannya dengan malas sedangkan yang di tatap sudah memasang wajah seriusnya.
"Apa?"tanya Rosa dengan nada dinginnya.
"Saya mau ngomong serius sama kamu"ucap lelaki itu yang tak lain dan tak bukan adalah Arthur.
"Saya udah muak dengar omong kosong anda"ucap Rosa dengan wajah datarnya.
Setelah mengucapkan hal tersebut Rosa langsung mengayunkan kakinya berniat meninggalkan Arthur seorang diri .
Tapi belum sempat pergi, Arthur lebih dulu menahan pergelangan tangannya dengan kuat dan itu membuat sang empunya tangan menghela napas pelan.
"Lepasin!"ucap Rosa dengan dingin.
Rosa berusaha menghempaskan tangan Arthur dari pergelangannya tapi hasilnya nihil karena sekarang cengkraman di pergelangan tangan Rosa makin kuat.
"Sakit anjing!"
Sreet.......
Bruk.......
Gadis itu menabrak dada bidang seorang Arthur karena dialah yang sudah menarik tangan gadis tersebut hingga membuat Rosa harus menutup matanya.
Rosa menahan napasnya ketika aroma maskulin yang keluar dari tubuh Arthur menyeruak masuk ke dalam indra penciumannya.
"Please! Dengerin omongan saya dulu"ucap Arthur
Ucapn Arthur tidak di balas apapun oleh lawan bicaranya karena sekarang gadis tersebut hanya sibuk dengan pikirannya.
Rosa sama sekali tidak membalas pelukan yang sedari tadi Arthur lakukan pada dirinya.
"Saya sayang sama kamu Rosa"ucap Arthur dengan nada melembut bahkan sekarang tangan lelaki itu sudah mengusap surai Rosa dengan sayang.
Lagi lagi Rosa hanya diam dengan mata yang tertutup dan tangan yang mengepal kuat di kedua sisi tubuhnya ketika mendengar ucapan yang keluar dari bibir lelaki tersebut.
"Bahkan saya cinta sama kamu"
Bugh.....
Plak......
Satu tamparan dari Rosa berhasil ia layangkan ke pipi mulus seorang Arthur yang menatap Rosa dengan diam dengan wajah kagetnya.
"Lebih baik tarik kembali kata kata anda karena saya tidak mau mendengarkan kata apapun dari lelaki seperti anda"ucap Rosa dengan emosi.
"Rosa! Saya tulus ngucapin kata kata itu"ucap Arthur bahkan sekarang ia tengah berjalan mendekati Rosa yang tengah melangkah mundur.
"Ck! Ingat pak! Anda baru saja melangsungkan pertunangan dengan mantan kekasih anda di jaman SMA dulu"sinis Rosa sengaja menekankan kata mantannya.
"Saya juga melakukan itu karena terpaksa"ucap Arthur yang membuat Rosa terkekeh dengan sinis.
"Nggak ada satu pun sesuatu yang di landaskan keterpaksaan melakukan semuanya dengan bahagia"desis Rosa tajam.
"Rosa dengerin penjelasan saya dulu"ucap Arthur berusaha menggapai tangan Rosa yang kini makin menghindari dirinya tanpa perduli dengan pipinya yang sedikit memerah akibat tamparan gadis tersebut.
"Ck! Dengerin penjelasan apa lagi sih anjing!"ucap Rosa yang di sertai umpatan kesal dan wajah emosinya.
"Anda mau bilang kalau semua itu keterpaksaan dan anda juga mau bilang kalau masih sayang sama saya"ucap Rosa meremehkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rosa (End)
Novela Juvenil"Bapak ngapain di sini?"tanya Rosa dengan wajah bingungnya. Arthur menatap gadis tersebut dengan datar dan tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan orang tersebut. "Ck! Dasar kulkas berjalan"umpat Rosa pelan. "Saya masih dengar Rosa"ucap Arthur dan i...
