Satu minggu berlalu setelah kejadian di mana Rosa membalas ucapan sayang dari seorang Arthur dan selama itu pula sikap seorang Arthur bertambah manis jika bersama seorang Rosa.
Seperti sekarang kedua sejoli itu tengah duduk bersebelahan di sofa ruang tamu milik Arthur dengan laptop dan tumpukan kertas yang ada di hadapannya mereka, Tadi sepulang dari kampus Arthur meminta gadisnya untuk pergi ke apartemennya dengan alasan ingin membantunya untuk menyelesaikan lembar soal yang akan di koreksi.
"Pak!"panggil Rosa dengan nada sedikit kesal.
"Hm!"gumam Arthur dengan mata yang masih tertuju pada laptopnya.
"Ck!"decak Rosa dengan keras hingga menarik perhatian seorang Arthur.
"Kenapa hm?"tanya Arthur dengan lembut sambil menatap gadisnya yang tengah memasang wajah kesalnya.
Rosa seperti tak berniat untuk menjawab pertanyaan sang kekasih karena terbukti sekarang ia hanya diam dengan tatapan sinis yang ia layangkan untuk lelaki yang ada di sampingnya ini.
Arthur menghela napasnya pelan dan detik berikutnya ia langsung menarik tubuh Rosa ke dalam pelukannya dan itu memebuat gadis tersebut tersentak kaget.
"Kamu kenapa?"tanya Arthur dengan tangan yan sudah mengusap surai Rosa dengan sayang.
Rosa menutup matanya menikmati sentuhan lembut dan pelukan hangat yang Arthur berikan untuknya.
Selama seminggu ini, Rosa juga berusaha untuk meyakinkan hatinya agar bisa cinta pada seorang Arthur yang nampak tulus pada dirinya.
"Rosa!"panggil Arthur ketika sudah beberapa menit yang lalu pertanyaannya tidak di jawab oleh gadis tersebut.
"Hm!"gumam Rosa sebagai jawabannya dengan kepala yang sudah ia sandarkan dengan nyaman di dada bidang Arthur.
"Kenapa kamu kaya kesal gitu sama saya?"tanya Arthur dengan tangan yang masih setia mengusap surai Rosa dengan sayang.
Bugh!
"Aws!"ringis Arthur ketika Rosa dengan sengaja memukul dadanya dengan kuat.
"Bapak nyebelin banget sih jadi orang!"ucap Rosa yang sudah keluar dari pelukan Arthur dan bahkan sekarang ia tengah menatap tajam lelaki yang tengah menatapnya dengan bingung.
"Emangnya saya buat salah sama kamu?"tanya Arthur masih memasang wajah bingungnya dan itu membuat Rosa memutar bola matanya malas.
"Dasar nggak peka!"gumam Rosa pelan tapi itu masih di dengarkan oleh seorang Arthur.
"Saya nggak akan peka kalau kamu sendiri nggak ngomong apa salah saya!"ucap Arthur dengan sedikit kesal dan itu membuat Rosa memutar bola matanya malas.
"Udah nyebelin, kulkasnya minta ampun dan sekarang nggak pekanya minta di kubur hidup hidup!"gumam Rosa yang dapat di dengar jelas oleh Arthur.
"Lucu sekali gadisku!"ucap Arthur ketika melihat wajah kesal Rosa dengan bibir yang sedari tadi sudah komat kamit mengumpati dirinya.
"Sekarang bilang apa mau kamu?"tanya Arthur dengan nada yang lembut dan itu membuat Rosa lagi lagi mendengus kesal.
"Gue lapar anjing!"umpat Rosa dengan napas yang memburu karena kesal dan umpatan itu sukses membuat bola mata Arthur membulat tapi detik berikutnya ia tersenyum miring sambil terus menatap gadisnya yang tengah kesal.
Cup!
"Jangan ngumpat!"ucap Arthur yang baru saja mencium bibir Rosa dengan seenaknya dan itu sukses membuat Rosa membulatkan matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rosa (End)
Teen Fiction"Bapak ngapain di sini?"tanya Rosa dengan wajah bingungnya. Arthur menatap gadis tersebut dengan datar dan tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan orang tersebut. "Ck! Dasar kulkas berjalan"umpat Rosa pelan. "Saya masih dengar Rosa"ucap Arthur dan i...
