Jeno si pengangguran tampan tiba-tiba kedatangan tokoh favoritnya dari drama kolosal yang dia tonton semalam. Tokoh itu adalah Na Jaemin, seorang Putra Mahkota yang memiliki paras seindah sinar rembulan.
- Nomin
- Markmin
- Markhyuck
...
Semoga kalian ga bingung sama bentuk rambut Jaemin. Kalo di Joseon rambutnya tetep panjang, tapi pas di Seoul rambutnya pendek karena udah di potong di chapter awal.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
((___MOONLIGHT___)) -CheonsAegi-
Jeno terus mondar-mandir memikirkan apa yang harus ia lakukan. Dia tidak mungkin meninggalkan rapat nanti, namun ia juga tidak bisa meninggalkan Jaemin yang sedang sakit sendirian. Jam terus berputar hingga kini menunjukkan pukul 5 pagi.
"Renjun pasti kerja, Yeeun nuna juga sedang tidak di Seoul, lalu siapa yang bisa kumintai tolong menemani Jaemin?" ditengah kegundahannya, tiba-tiba Jeno mengingat satu pasangan yang beberapa hari lalu ia temui di rumah sakit.
"Mark Haechan! Ah ya benar! Jika Mark bekerja, paling tidak Haechan bisa menemani Jaemin." Jeno yang sebelumnya saling bertukar nomor ponsel dengan Mark pun langsung menghubungi nomor pria itu.
Walau merasa sangat tidak sopan karena menghubungi orang yang tidak terlalu ia kenal di pagi buta, Jeno tetap menghubunginya. Karena selain mereka berdua tidak ada lagi orang yang mengenal Jaemin di sini.
Beberapa saat kemudian mereka pun tersambung dengan Mark yang menjawab menggunakan suara khas bangun tidur.
"Mark-ssi apa kabar? Maaf sekali mengganggumu pagi-pagi buta." ucap Jeno dengan suara yang sopan namun juga terdengar cemas.
'Ah aku baik, ya tidak masalah. Memang ada apa, Jeno-ssi?'
"Begini, hari ini aku ada rapat penting di kantor yang tidak bisa aku tinggalkan. Tapi hari ini juga Jaemin sedang demam tinggi. Aku khawatir harus meninggalkannya sendirian di rumah. Jadi, aku mengingatmu dan Haechan yang mungkin salah satu dari kalian bisa membantuku menemani Jaemin sampai aku pulang hari ini."
'Oh begitu--'
'Ada apa hyung?' kemudian terdengar suara lain yang parau, sepertinya itu Haechan yang ikut terbangun.
'Kau ingat Jaemin, 'kan? Hari ini dia demam tinggi dan Jeno sedang ada rapat penting jadi dia minta tolong kita untuk menjaga Jaemin.' setelah itu ponsel seperti di rebut oleh seseorang.
'Benarkah Jaemin sakit??' tanya Haechan dengan suara terkejut.
"Iya dia demam cukup tinggi."
'Oh Tuhan... kau jangan khawatir Jeno-ssi, aku akan datang untuk menemaninya. Jam berapa kau berangkat?'
"Aku berangkat jam 7."
'Oke baiklah, aku akan bersiap sekarang lalu pergi ke apartemenmu. Kirimkan saja titik lokasinya, ya.'
"Iya siap, akan aku kirim lewat chat. Terima kasih banyak Haechan-ssi Mark-ssi sudah mau membantuku. Aku cukup cemas tadi kalian akan menolaknya."