Karena chp kemarin udah 150 vote, aku update sekarang nih. Makasih buat yang kemarin udah vote💖💖
Kembali ke kisahnya Jeno-Minjae. Selamat membaca!
((___MOONLIGHT___))
-CheonsAegi-
♫ Play: Loco, Punch - Say Yes♫
@ Seoul
Sudah dua minggu lebih Minjae tinggal di apartemen Jeno. Hubungan mereka pun semakin dekat dan saling mengenal satu sama lain. Jeno juga mengenalkan Minjae pada Renjun sahabatnya dan juga Haechan sebagai pasangan Mark. Tidak ada yang menyadari tentang wajah Minjae yang mirip dengan seseorang. Hanya Mark Lee satu-satunya orang yang ingat dengan keberadaan pria bernama Jaemin.
Sekarang hari Sabtu pagi, mereka berdua memiliki rencana untuk jalan-jalan setelah sekian hari sibuk bekerja. Ini akan jadi yang pertama bagi Minjae berkeliling Seoul untuk bersenang-senang.
Merasa hubungan mereka semakin dekat, Jeno tidak pernah lagi mengunci kamarnya, tak jarang mereka tidur di kamar dan kasur yang sama contohnya seperti hari ini. Selesai mandi Minjae menghampiri Jeno yang masih asik tidur di kasur. Pria tampan itu memakai kaus tanpa lengan dengan boxer saja. Kebiasaan yang tidak pernah hilang bahkan saat Jaemin masih tinggal di sana.
"Hyuuuuungg~" panggil Minjae lalu menjatuhkan tubuhnya di kasur dan kemudian menidurkan kepalanya di dada Jeno sambil memeluknya. Minjae adalah anak tunggal, tidak mengherankan jika dia tumbuh menjadi orang yang sangat menyukai kasih sayang.
"Hm.." balas Jeno dengan suara berat tanpa membuka matanya yang kantuk.
"Ish! Katanya mau jalan-jalan hari ini. Ayo kita pergi, cuacanya lagi sangat bagus." ucap Minjae yang terdengar lucu karena sedang merajuk.
"Ah ya, aku baru ingat." Jeno mengusap matanya agar bisa terbuka.
"Hmmm.. wangi sekali. Kau sudah mandi?" puji Jeno pada Minjae yang kini menatapnya dari dada, setelah itu ia mengangguk.
"Pantas wangi sekali. Sebentar aku mau peluk dulu."
"Ahh! Hyuuuuung~!" protes Minjae karena Jeno membawa tubuhnya itu ke dalam pelukan dengan kaki Jeno yang menjadikannya guling.
"Hngg~ sebentar saja, Nanaaa~" ucap Jeno sambil memanggil nama kesayangannya itu untuk Minjae. Nama yang bahkan Jeno sendiri tidak tahu asal-usulnya karena itu keluar begitu saja untuk memanggil Minjae.
Karena pada dasarnya Minjae anak yang menyukai kasih sayang, ia pun membiarkan Jeno memeluknya dengan hangat. Ia justru menenggelamkan wajahnya pada dada Jeno.
"Hyung, kau belum mandi tapi aroma tubuhmu harum. Apa kau pakai parfum sebelum tidur?"
"Tidak, aku tidak pakai apapun."
"Ohh, begitu. Kau beruntung punya tubuh yang tidak mudah bau badan."
"Ya begitulah. Seseorang pernah bilang padaku jika pria punya aroma tubuh yang bagus tandanya dia punya jiwa hangat dan penuh kasih."
"Pfftt!! Hhahahaa...."
"Yak! Jangan tertawa!"
"Siapa yang bilang begitu? Jangan memuji dirimu sendiri, astaga hyung..."
"Sungguhan! Aku lupa siapa yang bilang, tapi aku ingat dia mengatakan hal seperti itu padaku. Ah, siapa ya? Aku lupa." ucap Jeno keheranan padahal ia sangat yakin dulu seseorang pernah mengatakan hal itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
MOONLIGHT √Nomin ft Markmin
FantasíaJeno si pengangguran tampan tiba-tiba kedatangan tokoh favoritnya dari drama kolosal yang dia tonton semalam. Tokoh itu adalah Na Jaemin, seorang Putra Mahkota yang memiliki paras seindah sinar rembulan. - Nomin - Markmin - Markhyuck ...
