Jeno si pengangguran tampan tiba-tiba kedatangan tokoh favoritnya dari drama kolosal yang dia tonton semalam. Tokoh itu adalah Na Jaemin, seorang Putra Mahkota yang memiliki paras seindah sinar rembulan.
- Nomin
- Markmin
- Markhyuck
...
Hari demi hari Jaemin lewati di Joseon bersama Minhyung. Ia ikut merawat pria tampan itu dengan baik sampai pada akhirnya luka di perut Minhyung sudah sembuh.
Hari ini Jaemin pergi ke pasar ditemani Minhyung sekadar jalan-jalan. Keduanya memakai baju bangsawan biasa untuk penyamaran agar tidak diketahui sebagai keluarga kerajaan. Karena memang seperti inilah salah satu cara agar Jaemin sebagai calon raja dapat melihat secara langsung kehidupan rakyatnya.
Di pertengahan jalan, Jaemin melihat toko penjual aksesoris dan alat-alat tajam seperti pisau, belati dan sebagainya. Seketika Jaemin langsung mengingat Jeno yang saat ini pasti sedang menunggunya terbangun dari tidur. Ia pikir membawakan sesuatu yang cantik dari Joseon mungkin adalah ide yang menarik.
Tanpa tunggu lagi, Jaemin langsung pergi menuju toko tersebut. Minhyung yang merasa tidak ada suara langkah yang mengikuti pun menoleh dan mendapati Tuannya sedang berdiri di depan seorang pedagang.
"Jeoha, apa yang kau lakukan?" bisik Minhyung pada Jaemin yang sedang asik melihat-lihat.
"Jeno sudah sangat baik padaku, jadi aku ingin memberikan sedikit hadiah untuknya."
"Memang bisa di bawa?"
"Mungkin benda-benda kecil yang masih bisa aku pegang dapat terbawa. Contohnya cincin ini." Minhyung hanya ber-oh ria lalu membiarkan Tuannya memilih.
"Ada yang bisa saya bantu, Tuanku?"
"Saya mau berikan hadiah pada seseorang, apa kau punya rekomendasi?"
"Maaf Tuanku, seseorang itu pria atau wanita?"
"Pria."
"Ah, kalau begitu saya merekomendasikan belati ukir sebagai hadiah yang berharga." Jaemin melihat benda tajam mirip pisau tersebut dengan cukup terpukau. Terlihat indah dan penuh karisma.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Anda bisa lihat mata pisau yang diasah sangat tajam, lalu terdapat lapisan emas di setiap ukirannya yang mendetail. Belati ini sungguh diukir dengan seorang ahli, jadi ukirannya terlihat sangat mewah. Anda juga bisa menambahkan ukiran nama pada mata pisaunya, Tuanku." jelas pedagang itu penuh antusias, Minhyung yang berdiri di belakang Jaemin hanya menatapnya malas, sesekali ia menatap Jaemin untuk melihat respon sang Putra Mahkota.
"Wah benarkah? Kalau begitu aku pesan ini dan ukirkan nama seseorang di mata pisaunya."
"Baik akan saya lakukan, Tuanku. Boleh saya tahu siapa nama yang akan di ukirkan?"
"Lee-Je-no." eja Jaemin dengan senyum cantik yang mengembang. Minhyung hanya memperhatikannya dengan dada berdesir. Ia bisa melihat jika ada perasaan cinta yang Jaemin rasakan pada pria bernama Jeno itu. Tidak ada kecemburuan, namun justru kesedihan.