08 | Daftar Balapan

152 119 2
                                        

Happy Reading

🍁🍁🍁

Siang itu, suasana kelas Almi benar-benar tak terkendali. Setelah pelajaran pertama usai, kabar mengejutkan datang: guru mata pelajaran kedua tidak bisa hadir karena sakit. Begitu pengumuman itu disampaikan, seluruh kelas langsung bersorak kegirangan, seolah mendapat hadiah libur dadakan.

Hufftt.. laknat memang ketika guru sakit dan tidak masuk, mereka malah bersorak ria, dan bersuka cita.

Jam kosong pun dimanfaatkan sepenuhnya oleh murid-murid kelas Almi. Kelas berubah total, bukan lagi ruang belajar, tapi panggung hiburan dadakan. Meja-meja disulap jadi gendang, kursi jadi panggung, dan suara mereka menggema seperti konser mini.

"AKU BISA MEMBUAT MU, JATUH CINTA KEPADA KU MESKI KAU TAK CINTA!!"

"Semuanya?"

"KEPADAKU!" jawab mereka serentak penuh semangat.

Tangan-tangan melambai ke udara, wajah-wajah berseri, dan suasana pun larut dalam nyanyian. Lagu berganti, emosi ikut berubah.

"BERI SEDIKIT WAKTUUU, KARNA CINTA DAPAT DATANG KARENA TERBIASA"

Tiba-tiba, Dafa berteriak memecah suasana,
"HAREUDANG! HAREUDANG! PANAS! PANAS! PANAS!"

"Woyy Daf, lo jangan ngerusak suasana dong!" umpat Galang sambil melemparkan tatapan tajam.

"Iyaah, pengacau lo!" teriak Gea.

"Bener tuh, lagi mode galau juga" ucap Silvia

"Halahh galau mulu gak seru" ucap Dafa lalu dengan spontan naik ke atas bangku.

"Woyy lu mau ngapain anjirrr?" tegur Fikri setengah panik

"Gue mau nyanyi nih. Ikutin ya!" Teriak Dafa dengan gaya bak bintang.

"TARIK SIS!" teriak Dafa.

"SEMONGKO!" balas seluruh kelas.

"KINI TINGGAL AKU SENDIRI... HANYA BERTEMAN DENGAN SEPI..."

Suasana makin liar. Nyanyian berganti jogetan, tawa bersahutan, dan kelas benar-benar seperti kapal pecah. Namun, kegembiraan itu tak berlangsung lama.

Pintu kelas terbuka. Seorang guru berbadan gempal masuk dengan wajah tegas.

"KALIAN INI YA! KALAU MAU BERNYANYI DAN BERJOGET, PERGI SANA KE TEMPAT KARAOKE! BUKANNYA DI SINI!"

Semua langsung terdiam. Dafa, yang masih berdiri di atas bangku, bertanya polos.  "Kalau sekarang perginya boleh, Bu?"

"DAFA!! turun dari bangku kamu!"

"Eh iiiya bu, maaf" ucap Dafa sambil buru-buru turun dari bangkunya.

"Jangan berisik lagi. Kalau masih ribut, satu kelas saya hukum berdiri di lapangan!" ancam Bu Beti sebelum keluar dari kelas.

Seisi kelas langsung sunyi. Yang tadinya bersorak, kini duduk tertib seperti patung.

"Gara-gara lo sih, Daf," bisik Galang.

ALMIKA [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang