Happy Reading 😉
.
Menata Batin di Hari Senin
.
Kemerdekaan Indonesia terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945, yang jatuh pada hari Jum'at. Lalu kenapa upacara bendera di sekolah selalu diadakan pada hari senin? Ada yang tahu?
Hari senin merupakan awal pekan yang dipilih sebagai momen membangun semangat kebangsaan di awal kegiatan sekolah dan instansi pemerintah.
Hal itu lah yang menjadi alasan mengapa upacara bendera dilaksanakan pada hari senin. Selain itu, hal tersebut juga sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 22 Tahun 2010. Bahwa upacara wajib dilaksanakan setiap hari Senin dan hari besar nasional.
Itulah mengapa saat ini semua murid dan guru dari SMA Garuda tengah berdiri di lapangan, dimana mereka sedang melaksanakan upacara bendera.
Lagu kebangsaan berkumandang lantang dari pengeras suara, menggema di seluruh lapangan. Bendera merah putih perlahan naik ke puncak tiang, berkibar gagah di bawah langit pagi yang mulai cerah. Barisan murid berdiri tegak, tangan kanan di dada, mata menatap bendera dengan khidmat. Suasana hening, penuh rasa hormat.
Namun tiba-tiba—
Brughhh!
Suara tubuh ambruk memecah keheningan. Seorang siswi dari barisan tengah jatuh pingsan, tubuhnya terkulai ke tanah. Beberapa murid di sekitarnya langsung bereaksi, barisan pun sedikit kacau. Petugas PMR dan OSIS yang berjaga mulai bergerak cepat, sementara semua mata tertuju ke arah kejadian.
Almi yang berdiri di barisan belakang langsung mencondongkan badan, berusaha melihat.
"Eh, ada apa tuh?" bisik Almi penasaran.
Sabil yang berdiri di sebelahnya hanya melirik sekilas.
"Biasa, orang pingsan. Udah, nggak usah ikut drama lo," ucapnya datar, mengingat insiden bulan lalu saat Almi pura-pura pingsan
Almi cemberut. "Ih, itu kan dulu. Sekarang gue serius nanya."
"Loh kok itu yang gendong malah Kak Alka," ucap Gea pelan, matanya tak lepas dari kerumunan.
Meski begitu Almi yang berdiri di depannya, tetap bisa mendengar ucapan Gea, dan refleks langsung menoleh. Matanya menajam saat melihat sosok Alka berjalan tenang, menggendong siswi yang pingsan itu dengan mantap. Dan yang digendong itu adalah Mawar.
Almi menelan ludah. Dadanya terasa sesak, seperti ada yang menekan dari dalam. "Gue kira, dia udah nggak ada urusan lagi sama kak Mawar." gumam Almi kecewa.
Gea mengangguk pelan, masih terpaku. "Iya... gue juga nggak nyangka dia bakal gendong langsung gitu," ucapnya tanpa sadar, kalimatnya meluncur begitu saja.
Sabil langsung menoleh tajam ke Gea, lalu memandang Almi yang kini menunduk.
"Nggak apa-apa, Mi. Mungkin dia cuma nolong karena situasi aja."
Gea yang menyadari ucapannya barusan langsung memukul bibirnya pelan, seolah ingin menarik kembali kata-katanya. Ia menyentuh lengan Almi dengan lembut.
"Maaf, Mi. Gue nggak maksud bikin lo kepikiran."
Almi mengangguk pelan.
"Udah, nanti kita bahas lagi. Sekarang fokus dulu ke upacara. Tapi abis ini, kita duduk bareng ya. Gue traktir es teh, deh," ucap Gea, berusaha menghibur dengan senyum kecil.
Almi menghela napas panjang. "Oke. Tapi jangan es teh manis ya. Pahit aja, biar cocok sama suasana hati gue sekarang." ucapnya menghibur diri sendiri.
Namun Sabil dan Gea pun ikut tertawa kecil, meski mereka tahu tawa itu hanya untuk menutupi rasa tak nyaman yang ada diantara mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALMIKA [On Going]
Teen Fiction"Dan Anehnya saat bercanda dengan lo, gue lebih banyak sayang nya daripada ketawanya" --- Ini kisah tentang Almi, gadis tomboy yang penuh dengan kekocakan, Almi ini sulit sekali untuk diajak serius.Saat ada seseorang yang bertanya siapa nama panjang...
![ALMIKA [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/252251363-64-k900451.jpg)