Happy Reading 😉
.
"GEA ANATASYA!" teriak Okta dengan suara nyaring dan penuh semangat.
Gea yang baru saja masuk bersama Almi dan Sabil langsung membeku. Matanya membelalak, wajahnya memerah, dan refleks menutupi wajah dengan sebelah tangan.
"Anjirr Kak Okta ngapain sih manggil gue segede itu." gumamnya panik, sambil terus menunduk.
Ia menoleh ke Almi dan Sabil. "Balik lagi aja yuk. Gue nggak sanggup."
Sabil tertawa sambil menarik tangan Gea. "Nope. Gue udah laper."
Almi mengangguk sambil nyengir.
"Lagian sejak kapan sih lo jadi pemalu gini? Biasanya lo yang nyerocos duluan."
Gea menghela napas. Sejak pagi, ia memang sengaja menghindari Okta. Gara-gara insiden voli kemarin di lapangan, dimana Okta spontan menggendongnya ke UKS.
"Sini duduk bareng! biar gue yang pesenin buat lo!" teriak Okta lagi, tanpa malu.
"Dia tuh, ugh! Kenapa sih harus segitunya?" gerutu Gea, namun tetap melangkah kearah meja yang ditempati Okta dengan kepala tertunduk.
Membuat Almi dan Sabil menggelengkan kepala tidak mengerti apa yang akan dilakukan sahabatnya itu, namun mereka berdua tetap mengikutinya dari belakang.
Sementara itu, Okta masih berdiri dengan tangan melambai-lambai seperti seorang raja yang menyapa rakyatnya, langsung tersenyum lebar ketika Gea sudah berdiri tepat didekatnya.
"Turun." Titah Gea yang langsung dipatuhi oleh Okta
"Lo tuh kenapa sih, Kak? Mau bikin gue jadi trending topik buat bahan gosip sekolah ya?”
Okta nyengir lebar. "Trending? Kalau lo mau, gue bisa bikin lo jadi trending topik."
"Topik ujian Bahasa Indonesia tapi." sambung Okta.
"Candaan lo itu gak lucu tau gak." ucap Gea greget sendiri dengan tingkah cowok dihadapannya ini.
"Tau ngga kenapa ngga lucu?" jawab Okta.
"Kenapa?" jawab Gea sewot
"Karena lucu nya di Gea semua." jawab Okta
Gea sontak langsung melotot sempurna,
"Iiii lo tuh bisa ngga sih jadi makhluk yang normal-normal aja."
Teman-temannya yang kini menyaksikan mereka berdua pun ikut tertawa.
"Seru banget nih, pesan popcorn kali ya." celetuk Alka menyaksikan drama Okta dan Gea.
Eza tertawa pelan. "Gue nggak tahu ini usaha pendekatan atau pertunjukan stand-up comedy."
Raka, yang biasanya paling kalem, hanya mengangkat alis dan menggeleng pelan. "Kalau itu usaha, gue ngga tahu definisi malu."
Almi dan Sabil pun ikut tertawa, meski tetap heran dengan dinamika sahabat mereka yang satu itu.
Gea duduk dengan wajah masih merah, sementara Okta duduk di sebelahnya dengan ekspresi puas, seolah baru memenangkan pertandingan.
"Mereka kayak kucing dan anjing sih." gumam Sabil namun cukup terdengar oleh orang yang duduk disebelahnya.
Almi menoleh, lalu berkata pelan "Jangan gitu Bil, usaha kak Okta itu udah ugal-ugalan tau, kelihatan dari niatnya."
Alka yang duduk tepat disamping kiri Almi, tentu saja masih dapat mendengar ucapan gadis itu, lalu ia pun menimpali dengan tersenyum kecil "Iya niatnya udah bagus, tapi strateginya kayanya kurang tepat."
KAMU SEDANG MEMBACA
ALMIKA [On Going]
Roman pour Adolescents"Dan Anehnya saat bercanda dengan lo, gue lebih banyak sayang nya daripada ketawanya" --- Ini kisah tentang Almi, gadis tomboy yang penuh dengan kekocakan, Almi ini sulit sekali untuk diajak serius.Saat ada seseorang yang bertanya siapa nama panjang...
![ALMIKA [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/252251363-64-k900451.jpg)