05 | Berkelahi

219 211 25
                                        

Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, Almi langsung bergegas mengambil kunci motornya untuk pergi ke suatu tempat, kemana lagi kalau bukan ke arena balapan.

Dengan hoodie maroon yang dipadukan dengan celana jeans hitam serta sneaker yang senada dengan celananya, ia pun mulai menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi.

Hanya butuh waktu beberapa menit untuk Almi sampai di arena balapan tersebut, disana sudah terlihat sangat ramai, banyak orang-orang yang bersorak memberikan dukungan kepada para peserta balapan.

Almi mulai menjajarkan motornya pada garis start, sebuah motor pun berhenti disebelah Almi, sekilas pengendara motor tersebut menatap tajam kearah Almi dengan wajah yang tertutup oleh helm full face nya.

Almi tidak menghiraukan itu, ia pun mulai menutup helm nya, perserta yang mengikuti balapan malam ini berjumlah lima orang, Almi tidak berharap akan menang namun ia akan berusaha semaksimal mungkin.

Dorrrr

Suara pistol mulai ditembakkan ke udara, semua peserta pun mulai menancapkan gasnya, terdengar suara ricuh dari para penonton yang mulai menyoraki.

Dan sekarang Almi berada pada posisi pertama yang memimpin balapan, dari kaca spion ia dapat melihat motor berwarna hijau yang mulai menyusulnya, Almi mulai pun menambah kecepatan motornya.

Motor yang lain mulai menyamai motor Almi, sepertinya balapan malam ini tandingannya cukup berat, dan Almi suka itu menurutnya hal tersebut lebih menantang dan mengasyikkan.

Saat tinggal melewati satu tikungan terakhir, Almi akan memenangkan balapan malam ini, oh sungguh dirinya sangat bahagia, namun tiba-tiba seorang pengendara menendang motor Almi sampai oleng, beruntung Almi masih bisa menjaga keseimbangan nya.

"Ckk, sialan" decak Almi, dan mulai menambah kecepatannya

Almi melirik sekilas pada si pengendara motor hijau yang tadi menendangnya, sepertinya ia tidak asing dengan motor itu, ah sudahlah mungkin ia akan kembali memikirkan hal itu nanti.

🍁🍁🍁

Berbeda dengan Alka dan teman-temannya, mereka kini sedang menongkrong disebuah angkringan yang berada di taman kota, disana cukup ramai banyak remaja seusia mereka yang juga sedang menongkrong disana.

"Al tadi lo pulang sekolah naik apa, bukannya lo gak bawa motor" tanya Okta

"Gue diantar Almi"

"Makin deket aja nih sama Almi"

"Hmm"

"Btw motor lo emangnya kenapa, tumben aja gitu lo gak bawa motor" ucap Eza

"Di rumah Om gue"

"Eh Ka, ada pacar lo tuh." ucap Alka pada Raka

Raka langsung melihat kearah yang ditunjuk oleh Alka, dan benar saja disana ada Sabil dan juga Gea yang terlihat sedang membeli makanan.

"Woyy Sabil, Gea, sini." teriak Eza yang langsung diangguki oleh keduanya.

Gea menghela nafasnya "Hhuhh, kenapa harus ketemu sama kalian lagi coba" ucapnya

"Itu artinya gue sama Sabil itu jodoh." ucap Raka cuek

"Ya terus apa hubungannya sama gue" ucap Gea

"Lo jodoh juga kali Ge sama Okta makannya kalian bertemu mulu hahaha" ucap Alka tertawa

"Ih amit-amit deh, gue jodoh sama playboy macam dia." jawab Gea dengan mengetok dahi dan meja secara bergantian

"Bil duduk sini." ucap Raka pada Sabil

ALMIKA [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang