38 | Diluar Rencana

32 17 0
                                        

Happy Reading 😉

.

Waktu yang salah, tempat yang pas, dan orang-orang yang nggak bisa diprediksi, seperti resep sempurna buat kekacauan kecil yang lucu.

🍁🍁🍁

Setelah membeli tiket, Alka menoleh ke Almi yang berjalan di sampingnya. "Filmnya mulai sekitar lima belas menit lagi. Kita beli makanan dulu, ya?"

"Iya, ayo," jawab Almi sambil mengangguk.

Mereka berdua berjalan ke area konter makanan yang dipenuhi aroma mentega hangat dan karamel yang menggoda. Suasana di sana ramai, tapi tidak terlalu sesak. Beberapa orang sibuk memilih menu, sementara yang lain tangannya terilihat sudah penuh membawa cemilan.

Almi ikut berdiri mengantri matanya berbinar ketika melihat orang yang membawa popcorn ukuran jumbo dan juga minuman. Alka berdiri di sampingnya, menyilangkan tangan sambil menunggu giliran.

Tiba-tiba, suara nyaring memecah suasana.

"Kiw kiw, cewek yang pakai baju biru!"

Refleks Alka langsung menoleh tajam, matanya menyipit. Ia tahu Almi sedang memakai kemeja biru muda yang dipadukan celana putih, dan jelas panggilan itu ditujukan ke arah mereka.

"Wishhh, santai dong bro. Gue sama Eza cuma bercanda," ujar Okta sambil tertawa kecil.

Almi yang awalnya fokus melihat-lihat daftar menu, menoleh karena suara itu terdengar familiar. "A Eza, Kak Okta!" serunya.

"Hai, Mi," balas Eza ramah, senyumnya hangat seperti biasa. "Ngedate lo ceritanya sama Alka?"

"Hahaha, ya nonton bareng biasa aja lah," jawab Almi santai.

Alka mendengus pelan. "Kok lo berdua bisa di sini sih?

"Lah, ini bioskop, Al. Tempat umum. Masa iya gue ngga bisa kesini." celetuk Okta, membuat Eza menyikutnya pelan.

"Ckk, ya terserah lo, Ta," sahut Alka, malas berdebat.

"Tenang, Al. Kita nggak bakal ganggu. Sumpah," ucap Eza, mencoba menenangkan suasana.

Alka menghela napas panjang.

"Eh, kalian nonton film apa?" tanya Almi penasaran.

"Dune Part Two, studio tiga" jawab Okta sambil mengangkat tiketnya.

"Lah, sama dong! Aku sama Kak Alka juga nonton itu!" seru Almi, matanya berbinar.

"Lahh kocak," Eza terkekeh. "Coba lihat nomor kursinya."

Almi meraih tiket dari tangan Okta dan membandingkannya dengan miliknya. "Iiiih, kita sebelahan!"

Alka menutup wajahnya dengan tangan. "Ya ampun,"

Okta langsung menyambar momen. "Pokoknya Mi, lo beli popcorn jumbo dua, yang satu manis, satu asin. Traktiran Alka, kan?"

Almi menoleh ke Alka ragu. "Kak Alka, boleh kan?"

Alka menatap Almi, lalu melirik Okta yang sudah siap dengan senyum jailnya. Ia menghela napas lagi, kali ini lebih panjang. "Ya boleh."

"Yay!" seru Almi, langsung memesan ke kasir. "Kak, popcorn jumbo satu manis, satu asin. Sama dua cola, ya."

"Cola nya empat, Mi. Sekalian kita juga dong," sela Okta cepat sambil menunjuk pada dirinya dan Eza.

Alka menatapnya tajam. "Lo pikir gue ATM berjalan lo, Ta?"

ALMIKA [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang