.
.
Happy Reading 😉
.
Yang kemarin biarlah jadi pelajaran. Yang hari ini, biar jadi kesempatan.
_Almika
.
Setelah menimbang-nimbang, selesai latihan basket tadi Alka pun memutuskan untuk tidak langsung pulang ke rumahnya, melainkan mendatangi rumah milik seorang gadis yang beberapa hari ini tidak ada kabar.
Tok tok tok
Alka kembali mengetuk pintu, rumah ini masih terlihat sama seperti terakhir kali Alka datang, rumah minimalis sederhana dengan cat berwarna putih dan juga abu yang sudah mulai memudar. Samar-samar terdengar suara langkah kaki dari dalam. Sampai akhirnya pintu itu pun terbuka.
"Alka." ucap Mawar, gadis itu terlihat menggunakan kaus longgar dengan celana pendek. Dan kulit yang lebih pucat dari biasanya.
"Ka-kamu ngapain ke rumah aku?" Tanya Mawar terdengar ragu dan sedikit terkejut.
"Bisa kita ngobrol sebentar?" ucap Alka balik bertanya.
Mawar menatapnya sejenak "Ngobrol diluar aja ya, Ibu lagi ngga ada di rumah."
Alka pun mengangguk setuju, lalu mereka berdua pun duduk di kursi yang memang berada diluar teras rumah Mawar.
"Maw, are you okay?" tanya Alka menatap gadis disebelahnya itu.
"Sudah beberapa hari ini kenapa kamu ngga masuk sekolah, dan ngga kabarin aku."
Mawar menunduk, jemari nya meremas ujung kausnya.
"Kamu tahu aku khawatir. Tapi kamu ngga pernah sekalipun baca chat aku." ucap Alka.
"Maaf beberapa hari ini aku memang males buka ponsel. Oh ya gimana latihan basket kamu, sebentar lagi tanding kan?" Jawab Mawar seolah menghindari pertanyaan Alka.
Alka menghela nafas panjang. "Seperti yang aku bilang sama kamu di chat, latihannya lancar dan ya tiga hari lagi aku tanding basket."
"Good luck, tapi aku selalu yakin kok kamu pasti menang." ucap Mawar diakhiri dengan senyuman tipis.
Alka mengangguk mencoba mengartikan senyuman gadis itu, yang terlihat tampak tenang tapi ada sesuatu yang berbeda. Matanya menyimpan rahasia, dan gerak tubuhnya terasa canggung, seperti menyembunyikan sesuatu.
"Maw, kalau ada apa-apa kamu bisa cerita." kata Alka pelan.
Mawar menatap Alka sejenak sebelum akhirnya kembali mengalihkan pandangannya menatap lurus kearah pagar rumahnya "Al, aku mau kamu jauhin aku."
Alka terdiam "Apa maksud kamu?"
"Cerita kita udah selesai. Kamu nggak perlu datang ke rumah ini lagi.”
Alka menatap kearah Mawar bingung "Kenapa? Apa aku salah?"
Mawar menggeleng. "Nggak. Tapi kamu harus tahu, ada orang lain yang lebih pantas buat kamu. Almi. Dia sayang banget sama kamu. Dia nggak kayak aku."
Alka tersulut. "Kenapa kamu bawa-bawa Almi?"
Mawar menatapnya, matanya mulai berkaca-kaca. "Karena kamu udah punya dia. Dan aku... aku nggak mau kamu terus merasa bersalah atas kejadian kecelakaan dulu. Itu udah lewat."
Alka menghela napas, suaranya mulai meninggi. "Kalau dari awal kamu udah nggak sayang, harusnya kamu menjauh dari aku. Bukan bersikap seolah-olah masih peduli."
Mawar menunduk. "Aku masih sayang, Alka. Tapi aku juga tahu aku udah hancurin semuanya."
Alka menatap Mawar lama. "Dan sekarang Almi... aku memang sayang sama dia. Tapi kamu benar. Aku masih merasa bersalah atas kejadian dulu."
KAMU SEDANG MEMBACA
ALMIKA [On Going]
Teen Fiction"Dan Anehnya saat bercanda dengan lo, gue lebih banyak sayang nya daripada ketawanya" --- Ini kisah tentang Almi, gadis tomboy yang penuh dengan kekocakan, Almi ini sulit sekali untuk diajak serius.Saat ada seseorang yang bertanya siapa nama panjang...
![ALMIKA [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/252251363-64-k900451.jpg)