.
.
Happy Reading
😉
.
.
"Gue seneng banget akhirnya kita bertiga bisa sekelompok." ucap Gea antusias.
Almi tidak menanggapi ucapan sahabatnya itu, dan memilih untuk tetap fokus menyalin catatannya yang tadi sempat tertinggal dengan melihat pada buku milik Sabil.
Mereka tadi baru saja diberi tugas Bahasa Indonesia untuk membuat esai, yang mana tugas itu dibuat secara kelompok, dengan masing-masing kelompok berjumlah tiga orang. Dan saat itulah, dengan cepat dan antusias Gea menuliskan nama Almi dan Sabil untuk menjadi teman kelompoknya.
"Gue sih biasa aja yaa." Jawab Sabil dengan tangan yang sibuk bermain ponsel.
"Jahat banget lo, Bil."
"Tapi gapapa sih lo jahat, setidaknya ada Almi yang akan mau menerima gue dengan tangan terbuka. Iya kan, Mi?" ucap Gea sambil menepuk bahu Almi.
"Jangan ganggu Almi, Ge. Biarin dia beresin catatannya dulu." ucap Sabil, mengingat Almi itu mudah terpengaruh oleh ajakan-ajakan Gea yang kadang membawanya sesat.
"Okay, fine. Gue diam." jawab Gea.
"Wess tenang, sahabat-sahabatku. Nih gue udah kelar kok." ucap Almi kemudian.
"Good." ucap Sabil langsung membereskan bukunya yang tadi dipinjam Almi.
"Yaudah sekarang ayo ke kantin. Gue udah laper nihh." ajak Almi.
"Gue ngga ikut deh." ucap Gea tiba-tiba.
Almi yang mendengar itu pun sedikit terheran, "Kok gitu, lo kenapa, Ge?"
"Ngga ikut aja."
"Mau ada rapat osis ya?" tanya Almi.
Gea hanya menggelengkan kepalanya.
"Loh terus kenapa?" tanya Almi lagi, dan memilih untuk kembali duduk menatap Gea penuh tanda tanya.
"Udahh sana, lo kalau mau ke kantin, pergi aja sama Sabil. Gue gak laper." ucap Gea.
"Gak laper atau ngga mau ketemu kak Okta?" ucap Sabil membuat Gea sedikit terkejut.
"Lo tau?"
"Ngga tau pasti sih."
"Dari pacar lo yaaa."
"Ngga, Raka ngga bilang apa-apa. Raka cuma bilang kapan ke Kantin, Okta mau ketemu Gea katanya."
"Kak Raka bilang gitu?" tanya Gea.
"Heemh nih." ucap Sabil menunjukkan layar ponselnya yang menampilkan kolom chat, bersama pacarnya itu.
"Jangan baca semuanya dodol, ini yang terakhir." ucap Sabil menyadari Gea membaca semua chat nya bersama Raka.
"Gue lihat, jadinya kebaca ogeb."
"Yeee ngeselin lo."
"Sorry."
"Kalian ngomongin apa sih gue ngga ngerti." ucap Almi yang sedari tadi hanya menyimak pembicaraan itu.
"Tuh si Gea, Mi. Jadi lo mau cerita ngga, Ge?"
Gea nampak menghembuskan nafasnya dalam-dalam. "Yaudah gue cerita." putusnya kemudian.
"Tapi lo berdua jangan bilang siapa-siapa ya!" ucap Gea sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan bahwa kelasnya ini telah sepi.
"Lo bawa narkoba, Ge." ceplos Almi ketika melihat tampang Gea yang mencurigakan.
"Ya ngga laa, Mi. Sembarangan lo kalau ngomong."
"Terus?"
"Kak Okta nembak gue." jawab Gea cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALMIKA [On Going]
Novela Juvenil"Dan Anehnya saat bercanda dengan lo, gue lebih banyak sayang nya daripada ketawanya" --- Ini kisah tentang Almi, gadis tomboy yang penuh dengan kekocakan, Almi ini sulit sekali untuk diajak serius.Saat ada seseorang yang bertanya siapa nama panjang...
![ALMIKA [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/252251363-64-k900451.jpg)