Kolam Renang dan Sekelebat Ingatan

981 191 75
                                        

Sohyun keluar dari kamar Taehyung pukul dua dini hari dengan mata sembab. Dia tidak bisa tidur setelah menangis sejak tadi. Sohyun haus, tapi bukannya menuju dapur, dia justru menuju perpustakaan yang ada di lantai tiga. Dia tidak tahu Taehyung ada di mana. Mungkin pria yang berstatus sebagai suaminya itu sedang berada di ruang kerja atau justru keluar dari rumah.

Sohyun menapaki anak tangga satu per satu, berjalan lesu ke arah perpustakaan dan membuka pintunya perlahan. Secara otomatis lampu di ruangan yang sangat luas dengan rak penuh buku berjejer rapi itu menyala. Memberi penerangan untuk Sohyun secara sempurna. Ia masuk lebih dalam setelah menutup pintu. Berjalan mencari rak novel atau komik yang ia harap bisa mengalihkan pikirannya dari kejadian kemarin.

Dia mengkhawatirkan Namjoon. Sangat. Tapi Sohyun tidak bisa berbuat apa-apa. Ponselnya hilang entah ke mana, atau mungkin benda pipih warna gold itu disembunyikan oleh Taehyung agar dirinya tidak bisa menghubungi Namjoon lagi.

Matanya kini tertuju pada sebuah novel bersampul merah muda. Ada gambar pohon di sana. Pohon sakura.

"Sakura Wish," lirih Sohyun.

Merasa aneh, ia mengecek judul dari novel-novel lain dan tak lupa mengecek beberapa komik juga.

Aneh.

Seingat Sohyun, selepas dirinya kecelakaan dan hilang ingatan, dia pernah ke ruangan ini. Dan seluruh novel atau komik koleksi Taehyung pasti berkisah tentang percintaan sesama jenis. Tapi mengapa sekarang tidak? Dulu Sohyun ingin menanyakan hal ini pada pria itu. Namun tidak sempat karena Taehyung selalu sibuk.

Tidak ingin ambil pusing, Sohyun duduk di sofa dekat jendela kaca besar yang menghadap ke arah kolam renang. Kolam renang di malam hari terlihat sangat sepi namun tidak gelap karena lampu-lampu menghiasi tepian kolam.

Detik berikutnya Sohyun mengerang karena kepalanya mendadak berdenyut nyeri. Sekelebat bayangan tiba-tiba saja muncul dalam kepalanya. Samar-samar dia melihat dua orang berciuman di tepian kolam. Benar-benar samar hingga Sohyun tidak bisa mengenali siapa mereka.

"Argh!" Sohyun memegangi kepalanya kuat-kuat. Novel yang tadi dipegangnya jatuh ke lantai begitu saja. Sementara air matanya mulai menetes satu per satu dan semakin deras.

Ingatan lain juga muncul secara acak. Dia melihat sesosok wanita mirip dirinya sedang duduk di sebuah kafe berhadapan dengan seorang pria. Mereka membicarakan tentang pernikahan sandiwara dan juga berbagi keuntungan serta kemewahan.

"Kau tentu tahu bahwa pernikahan ini adalah pernikahan bisnis yang menguntungkan ayahku, ayahmu dan juga perusahaan milikmu. Jadi harusnya kau berterima kasih karena aku tidak menolak."

"Aku cantik, seorang model dan putri dari pengusaha kaya raya. Bukankah kau mendapatkan istri yang bisa menyeimbangi kekuasaanmu?"

"Dan aku rasa jika kita benar-benar menikah, itu bisa mendongkrak popularitasku. Kau cukup tampan dan yang paling penting kau kaya. Bukankah kita saling menguntungkan?"

Sohyun tidak tahan lagi. Ia jatuh ke lantai kemudian pingsan setelah samar-samar mendengar suaranya sendiri.

"Tadi, aku melihat Taehyung dan Jeonkook ... berciuman."

***

Entah sudah berapa lama Sohyun pingsan. Yang jelas saat ia membuka mata, kepalanya sangat pening dan ia melihat salah satu asisten di rumah ini berdiri di samping tempat tidur.

"Nyonya sudah bangun?" asisten wanita itu membantu Sohyun duduk dan mengatur letak bantal untuk Sohyun bersandar. "Semalam dokter Do kemari. Syukurlah Nyonya baik-baik saja."

Black SwanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang