"Sayang,seokjin tidak ada di kamarnya, d--dia menulis ini"
Mendengar apa yang baru saja di katakan ibu mempelai pria, para tamu berbisik-bisik riuh mempertanyakan nasib pernikahan ini.
Rahang kim Daekhwan mengeras tatapannya berubah menjadi tajam dengan tangan terkepal kuat, kertas berisikan tulisan tangan seokjin ikut teremas.
"Dasar keras kepala" Desisnya.
"Lalu bagaimana nasib putri ku Daekhwan? Apa kita akan membatalkannya saja?" Tanya ayah dari mempelai wanita, ia sama emosinya namun Tuan park Hyun Woo mencoba untuk menahan amarahnya.
Kim Daekhwan menghela nafas berat, ia menggeleng tanda tidak setuju dengan apa yang diucapkan oleh sahabatnya itu.
"Pernikahan akan tetap di lanjutkan"
Kim tae hee, istri dari kim Daekhwan bingung dengan apa yang di katakan suaminya, "sayang, apa maksudmu?"
Kim Daekhwan menghela nafas pelan.
"PERNIKAHAN INI AKAN TETAP DI LANJUTKAN, ANAK BUNGSU KAMI YANG AKAN MENGGANTIKAN PUTRA SULUNG KAMI KIM SEOKJIN"
Semua orang yang berada di sana terkejut tentu saja, karena kim Daekhwan hanya memiliki dua anak, putra mereka kim seokjin, dan putri bungsu mereka yaitu kim jisoo.
Jisoo, anak bungsu yang di maksud membulatkan matanya, ia terkejut dengan keputusan yang dibuat appanya.
Ia menatap penuh penjelasan pada ibunya.
Sang ibu mengusap surai dan punggung anak bungsunya lembut, ia mengangguk tanda meyakinkan anak bungsunya itu.
Tuan Park Hyun Woo dan nyonya park hyesoo menghembuskan nafasnya berat, mereka pasrah karena mereka sudah tau sifat dari kim Daekhwan yang keras kepala, jika dia sudah membuat keputusan maka keputusan tersebut tidak dapat di ganggu gugat.
Jisoo pun sama, ia tidak dapat berbuat apapun kecuali pasrah dan menerima apa yang sudah ayahnya katakan barusan.
Sementara sang mempelai wanita bingung, ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
•••
"Tapi appa—" jisoo berbisik sepelan mungkin.
"—aku masih sekolah"
Kim Daekhwan tersenyum meyakinkan, "tapi ini hari minggu sayang, sekolahmu libur. jadi kamu nggak lagi sekolah"
•••
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐂𝐡𝐚𝐞𝐬𝐨𝐨 : 𝘠𝘰𝘶 𝘈𝘯𝘥 𝘔𝘦
Fanfiction"𝘼𝙠𝙪 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙡𝙞𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙝 𝙙𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙜𝙞. 𝙏𝙖𝙥𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠, 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙗𝙖𝙜𝙞𝙠𝙪 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙡𝙪𝙠𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞𝙜𝙪𝙨 𝙥𝙚𝙣𝙮𝙚𝙢𝙗𝙪𝙝𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙖𝙧 𝙗𝙞𝙖𝙨𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙖𝙠𝙪 𝙩�...
