JANGAN LUPA KLIK VOTE.
"Indiraa.."
Indira menoleh ke arah suara yang memanggilnya.
"Mas adit? Kenapa kesini?" Tanya indira yang kaget karena adit tiba-tiba datang ke kosannya, padahal saat dirumah sakit adit terlihat sedang bekerja.
"Bisa kita bicara sebentar?" Ujar adit.
"Oh.. mas adit mau bicarain apa? Masuk aja mas.."
Indira mengajak adit untuk masuk ke kosannya, karena mendadak langit menjadi mendung.
Adit dengan canggung masuk ke kosannya indira, tanpa sadar adit melihat bekas gelas minuman yang masih berada di meja. Itu artinya sebelumnya ada seseorang yang berada disini.
"Maaf ya mas masih berantakan.. tadi ada mas damar disini" ujar indira sambil membereskan gelas minuman yang ada di meja.
Mendengar nama damar disebut oleh indira, adit merasa sedikit tidak nyaman ekspresinya langsung berubah.
Setelah membereskannya indira langsung membawakan minuman baru untuk adit.
"Kira-kira mas mau ngomong apa sama aku?" Tanya indira.
"Emmmm.. mas mau minta maaf sama kamu, gara-gara mas kamu jadi ngalamin ini semua.." ujar adit yang merasa bersalah.
"Mas gak perlu minta maaf kok semuanya sudah terjadi dan ini bukan salah mas adit atau pun mas damar sekalipun semua ini salah aku yang gak bisa berhati-hati dalam menyebrang dan juga tidak berhati-hati dalam menaruh hati..jadi kalian gak salah.. please stop merasa bersalah sama aku.." jawab indira panjang lebar.
Adit kaget saat indira mengatakan tidak berhati-hati dalam menaruh hati.
"Kamu ingat semuanya ra?" Tanya adit kaget.
"Belum.. aku cuma tau ceritanya dari elina mas.. meski aku gak inget semuanya saat ini.. dan jika suatu saat aku mengingatnya mas tenang aja, aku tetap tidak akan menyalahkan siapa-siapa.." jawab indira sambil tersenyum.
Meski indira tidak tau pasti kejadian yang sebenarnya karena amnesia yang di deritanya. Namun saat ia dengar cerita singkat dari elina. Indira bisa membuat kesimpulan bahwa saat itu ia memiliki perasaan terhadap adit namun saat ia mencoba menyatakan perasaanya cintanya bertepuk sebelah tangan dan akhirnya kecelakaan itu terjadi.
Mungkin saat ini yang di rasakan oleh indira hanyalah rasa iba kepada dirinya sendiri karena cintanya telah di tolak mentah-mentah.
"Maafin mas" adit terus-menerus merasa bersalah dengan indira. Jika indira mengingat kejadian semuanya mungkin indira tidak akan seramah ini padanya.
Karena indira yang ada di hadapannya kini adalah indira yang belum memiliki perasaan apa pun terhadapnya.
"Stop ya mas.. jangan minta maaf lagi oke.." pinta indira.
"Kamu sama damar ada hubungan apa? Sepertinya kalian cukup dekat.." tanya adit penasaran.
"Kenapa mas adit malah kepo aku sama mas damar.. dia cemburu? Ah gak mungkin buktinya aja yang gue tau cinta gue di tolak mentah-mentah kan sama dia.." gumam indira di dalam hati.
"Oh mas damar.. mas damar itu baik banget, putrinya juga lucu.. ya karena mas damar itu orangnya baik banget jadi kami bisa deket gitu mas.. ya berteman sama siapa aja kan baik.." jawab indira.
Adit merasa tidak nyaman mendengar jawaban indira yang seolah-olah memuji damar dengan sangat baik. Entah apa yang membuat ia marah, karena cemburu kah atau karena rasa bersalah saja.
"Ohh begitu.. baguslah jika damar itu orang yang baik.."
"Ohh iya mas permisi dulu ya ra.. mas harus kembali kerumah sakit lagi.."pamit adit.
"Ohh iya mas.. hati-hati uda mau hujan soalnya.."ujar indira mengingatkan.
Tidak menjawab adit langsung pergi meninggalkan kosan indira. Awalnya ia ingin berlama-lama berada di kosan indira karena hari ini ia pulang cepat. Namun karena tadi indira memuji-muji damar dengan sangat baik membuat mood adit langsung berubah.
Indira tidak menggubris adit yang langsung pergi begitu saja. Ia malah kembali ke kosan karena langit sudah menjatuhkan airnya dengan perlahan.
"Padahal asik banget hujan-hujan begini makan mie instan. Tapi dokter bilang gue belom boleh makan yang begituan.. duhh laper deh mana dikosan gak ada apa-apa lagi.." gumam indira.
Alhasil indira hanya makan buah apel yang ada di lemari esnya. Setidaknya bisa mengganjal perutnya yang lapar setelah hujan berenti barulah ia akan keluar mencari makanan yang bisa ia makan.
Karena kelelahan indira jadi tertidur dan ia tidak sadar sedari tadi pintu kosannya di ketuk dari luar.
Tukk!! Tukkk!!!
"Assalammualaikum.."
"Hoaaamm.. waalaikumsalam.. sebentar ya.." teriak indira.
Indira menuju ke kamar mandinya untuk mencuci muka, karna tidak mungkin baginya kelauar dalam keadaan iler dimana-mana.
Kreeekk!!
Indira membuka pintu kosannya dan langsung kaget melihat seseorang yang kini berdiri di hadapannya.
"Lohh mas damar.. ada apa malam-malam kesini?" Tanya indira yang melihat damar yang memakai jas hujan dan membawa sebuah rantang di tangannya.
Sepertinya damar datang hanya dengan berjalan kaki.
"Mas gak ganggu kamu kan ra?" Tanya damar.
"Engga kok mas.. cuma kaget aja hujan-hujan begini mas malah datang kesini.." ujar indira yang merasa tidak enak.
"Oh iya ini mas bikinin bubur untuk kamu ra.. kamu kan belom boleh makan yang aneh-aneh dulu dan pasti kamu gak bakalan sempat masak kan.." ujar damar sambil menyodorkan rantang kepada indira.
"Yaampun mas.. kok repot-repot banget ceh mas sampe masakin aku bubur gini.."
"Gak repot kok ra.. yang bikin juga bukan mas kok.. ada bibik yang bikin hehehe" damar terkekeh.
"Makasii banyak ya mas buburnya.." ujar indira tulus.
"Sama-sama indira.. kalo gitu mas pamit pulang ya kasian sabila ditinggal dirumah.."pamit damar.
"Iya mas hati-hati dijalan ya mas.. salam untuk sabila.." teriak indira karena damar sudah berjalan pergi dan suara hujan yang cukup berisik.
Damar hanya menjawab oke dengan jari jempolnya.
Sepanjang perjalanan damar tersenyum-senyum sendiri. Ia fikir buburnya akan gagal diberikan kepada indira karena indira yang cukup lama membuka pintu. Namun ternyata hari ini takdir berpihak padanya dan semoga seterusnya berpihak padanya.
"Pas banget di bawain bubur begini.. mana hujannya gak berhenti dari tadi, kalo bukan karna mas damar gue uda kelaparan sampe pagi.." gumam indira sambil membuka rantang pemberian damar.
Indira kaget dengan isinya, karena isinya ternyata tidak hanya bubur saja ada makanan kecil dan juga buah-buahan.
Buah-buahannya di bentuk dengan karakter lucu-lucu sudah pasti sabila yang mengerjakannya, fikir indira.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA UNTUK MAS DOKTER [END]
RomanceMencintai pria yang masih mencintai wanita lain sungguh sangat menyakitkan. Tidak pernah di sangka oleh Indira ia akan jatuh hati dengan Adit yang hatinya masih menyimpan perasaan kepada mantan kekasihnya. Penasaran? Silahkan di baca.. Maaf jika ba...
![CINTA UNTUK MAS DOKTER [END]](https://img.wattpad.com/cover/268755534-64-k773782.jpg)