JANGAN LUPA KLIK VOTENYA.
WARNING!!!
Indira masih tertidur pulas karena kelelahan, bukan hanya kelelahan karena acara pernikahannya melainkan Adit yang tidak bisa menunda malam pertama mereka. Adit yang sudah duluan bangun menatap wajah Indira yang masih tertidur disampingnya.
"Sayaaang bangun kamu gak mau sarapan?" Ujar Adit.
"Eeeuuuugghhh... siapa sih berisik banget.." ujar Indira yang masih menutup matanya.
Adit terkekeh geli melihat istrinya yang sepertinya belum sadar bahwa ia sudah menikah. Karena gemas Adit malah menoel-noel pipinya Indira agar Indira segera bangun.
"Bangun dong sayang, ini uda siang.." ujar Adit lagi.
"Siapa sih ganggu banget gatau orang masih ngantuk juga.." ujar Indira yang mulai kesal.
Saat sudah membuka matanya Indira kaget melihat seseorang disampingnya dengan bertelanjang dada. Karena pertempuran semalam mereka sama-sama dalam keadaan tanpa busana.
"Aaaaaa... mas Adit ngapain disini.. yaa ampuun mas.. dosa mas.. dosa.." teriak Indira.
"Ssssstttt.. jangan teriak-teriak sayang nanti orang pada denger.." ujar Adit memperingatkan Indira.
Indira mendadak tersadar ia tidak mengenakan pakaian sama sekali. Indira langsung membelalakkan matanya tidak percaya. Ia meyakini bahwa mereka melakukan hal yang terlarang.
"Hiks.. hiks.. hiks.."
Indira langsung menangis karena berfikir mereka melakukan zina. Adit kebingungan karena mendadak Indira malah menangis. Adit langsung meraih Indira ke dalam pelukannya.
"Loh kok malah nangis gini? Kenapa sayang? Apa masih sakit?" Tanya Adit.
"Mas jahat.. kita berbuat dosa mas.. hiks..hiks.." jawab Indira sambil masih terus menangis.
"Dosa apa sayang? Kita gak berbuat dosa.. kamu ini mikir apa sih?" Ujar Adit.
"Tapi kita kan sudah melakukan hubungan suami istri mas.." jawab Indira.
"Iyaa bener.. jadi apa masalahnya dengan hal itu?" Tanya Adit lagi.
"Masalahnya apa? Kita kan belum.."
Ucapan Indira langsung terpotong saat menyadari kamar mereka masih terlihat seperti kamar pengantin baru.
"Belum apa? Belum menikah maksud kamu? Kita sudah menikah kemarin sayang masa kamu lupa.. baru juga kemarin kita ijab qabulnya.." ujar Adit.
Indira langsung berhenti menangis karena merasa malu, bukan maksud ia sengaja melupakan moment sakral mereka namun akibat cidera kepalanya beberapa tahun lalu terkadang Indira sering melupakan kejadian yang terjadi sebelumnya.
"Lohh kenapa sekarang diem.. tadi nangis ini kok jadi diem?" Ujar Adit.
Saat ingin melihat wajah istrinya, Indira malah kekeuh menyembunyikan wajahnya di dada bidangnya Adit karena merasa malu mengingat pertempuran mereka semalam.
"Sayang sini dong aku mau lihat wajah kamu.. " ujar Adit.
"Iiihhh gak mau mas.. aku maluu.." jawab Indira menolak.
"Malu kenapa sih sama suami sendiri juga.." ujar Adit.
"Mata aku bengkak mas.. wajah aku jelek banget.." jawab Indira.
Kebanyakan menangis karena pertempuran semalam membuat mata Indira membengkak. Bagaimana mungkin ia tidak menangis saat keperawanannya hilang di gondol suaminya dan sakitnya pun sangat luar biasa.
"Gapapa sayang meskipun kamu jelek aku masih tetap cinta kok.." ujar Adit.
"Jadi mas bilang aku jelek.." jawab Indira yang mulai emosi karena di ejek jelek.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA UNTUK MAS DOKTER [END]
RomanceMencintai pria yang masih mencintai wanita lain sungguh sangat menyakitkan. Tidak pernah di sangka oleh Indira ia akan jatuh hati dengan Adit yang hatinya masih menyimpan perasaan kepada mantan kekasihnya. Penasaran? Silahkan di baca.. Maaf jika ba...
![CINTA UNTUK MAS DOKTER [END]](https://img.wattpad.com/cover/268755534-64-k773782.jpg)