BAB 14

1.9K 132 1
                                        

JANGAN LUPA KLIK VOTE.

Adit terus mengemudikan mobilnya hingga sampai lah ke tujuan mereka. Tidak lain tidak bukan adalah ke panti asuhan dimana adit di rawat sedari kecil.

"Kita ke panti mas?" Tanya indira yang memang sebelumnya sering main ke panti saat sekolah SMA dulu bersama elina.

"Iyaa.. mas lagi kangen bunda.. gapapa kan kalo mas ajak kesini?"tanya adit.

"Ya gapapa kali mas.. aku juga uda lama gak jumpa sama bunda.."ujar indira.
Padahal baru beberapa bulan lalu indira bertemu dengan bunda saat pernikahan elina. Namun karena indira melupakan kejadian itu ia merasa sudah lama tidak bertemu dengan bunda.

Setelah turun dari mobil anak-anak panti yang berada di halaman rumah langsung berlarian menyambut kedatangan adit.

"Bundaaaa.. kak adit datang.." teriak salah satu dari mereka.

"Heiii.. adik-adiknya kak adit, apa kabar.. semuanya sehat?" Tanya adit sambil menggendong salah satu dari mereka.

"Alhamdulillah kami sehat kak.. ini kak indira temennya kak elina kan?"

"Ehehe iya bener.. kalian masih inget sama kakak?" Tanya indira tersenyum ramah.

"Masih dong kak.. hehe" jawab mereka serentak.

Saat sedang asyik mengobrol tiba-tiba  bunda membawa sapu di tangannya.
Indira fikir mungkin bunda sedang menyapu di dalam.
Namun ternyata ia salah bunda membawa sapu dengan niat untuk menghajar adit yang sudah lama tidak pulang ke panti asuhan.

"Bunda ampun bunda jangan gini dong.  Malu adit di depan adik-adik.." ujar adit yang berlari-lari.

"Biarin!! Biar tau rasa kamu dit.. sini cepat jangan lari-lari.."teriak bunda.

"Idih.. ogah bunda.. siapa juga yang mau relain diri deketin bunda lagi pegang sapu gitu.."

"Udah dong bundaaaaa.. kenapa nodong pake sapu segala.." ujar adit yang terus ketakutan di gaplok pakai sapu.

"Kamu pake nanya lagi kenapa.. masih inget kamu sama bunda? Bunda fikir kamu uda amnesia dit sampe gak pernah pulang kesini lagi.." ujar bunda menyindir adit.

"Ya maaf bun.. adit kan sibuk bun di RS.." jawab adit membela diri.

"Sibuk-sibuk.. sibuk apa ceh kamu dit.. sibuk galau?" Tanya bunda.

Indira yang sedari tadi tertawa melihat bunda yang terus menerus ingin memukul adit dengan sapu. Namun mendadak ia saat bunda mengatakan soal kegalauan. Indira langsung sedikit mengingat sesuatu di kepalanya.

"Awwwww... sakit.." teriak indira yang memegang kepalanya sambil terjongkok menahan sakit.

"Kamu kenapa ra.. sakit? Kepala kamu sakit? Kita kerumah sakit aja ya.."ujar adit panik.

"Indira.. kamu kenapa sayang? Yuk masuk dulu istirahat di dalam ya.. adit bawa indira masuk ke dalam.." ujar bunda.

Dengan segera adit memapah indira berjalan masuk menuju panti. Karena indira tidak ingin di bawa kerumah sakit.

"Bunda bikinin teh hangat dulu ya.." ujar bunda yang langsung pergi ke dapur.

Indira di dudukkan di sofa oleh adit, indira menutup matanya karena menahan sakit di kepalanya.

"Raaa.. kamu gapapa? Kita kerumah sakit aja ya.. mas takut sakitnya parah.."ujar adit.

"Gausah mas.. sering kok begini, kalo tiba-tiba aku inget sesuatu.." jawab indira.

Adit langsung terdiam saat indira mengatakan bahwa ingatannya mulai muncul meski perlahan-lahan. Yang itu artinya semua kepingan akan terkumpul dan menjadi ingatan utuh tentang kejadian saat itu.

"Yauda kamu senderan aja ya di bahu mas.. gapapa kok.." ujar adit.

Indira pun merebahkan kepalanya di pundak adit. Sedangkan adit merangkul pundak indira jadi posisi indira tidak hanya merebahkan kepalanya tapi seperti di peluk oleh adit.

Bunda yang membawa nampan berisi teh hangat menyunggingkan senyumnya. Bunda berfikir bahwa adit kini sudah melupakan kisah lamanya bersama elina.

"Maaf bunda.. indiranya biar nyaman kalo begini.." ujar adit yang tidak ingin bunda salah paham.

"Kenapa kamu minta maaf.. bunda gak ngomong apa-apa kok.."jawab bunda sambil terkekeh geli.

"Bunda jangan mikir yang aneh-aneh yaaa.."

"Suka-suka bunda dong.. kenapa kamu larang-larang bunda.." jawab bunda sambil terus berjalan ke belakang karena tidak ingin mengganggu adit dan indira.

Adit terus menatap indira yang sedang berada di pelukannya. Sepertinya indira sudah tertidur karna menahan sakit di kepalanya.
Indira terus bergerak-gerak semakin mempererat pelukannya ke adit. Beruntungnya ruangan sudah di tutup oleh bunda. Jika tidak bocil-bocil akan masuk sembarangan.

"Please jangan bangun.. jangan bangun.. " gumam adit di dalam hatinya. Bagaimana tidak bangun indira terus menerus menempel ke arah adit, Adit junior merasa sesak di dalam sana.

Teh yang sebelumnya panas berubah jadi hangat, yang sebelumnya hangat berubah jadi dingin. Indira juga tidak bangun dari tidurnya malah semakin nyenyak. Sedangkan adit sudah tersiksa karena terus-terusan menahan dirinya.

Bunda tengah mengobrol di telfon entah dengan siapa. Namun sepertinya obrolannya sangat panjang dan bahkan bunda terkadang tertawa cekikikan.

"Okee bunda.. pantau terus ya bun.. kalo bisa buat mereka bisa bersama.." ujar elina di telfon.

Ternyata bunda menelfon elina untuk meberitahukan kedatangan adit. Awalnya bunda hanya ingin sekedar memberi kabar ke elina namun ujung-ujungnya mereka malah gosip dan bahan gosipannya soal hubungan adit dan indira.

"Telat sadar kamu mas.. setelah kejadian menimpa indira baru kamu sadar.. aku harap bukan hanya sekedar merasa bersalah ya mas.. karna itu hanya akan membuat indira terluka untuk kedua kalinya.." gumam elina.

***

"Paaa.. papa... tante indilanya mana pa? Kok gak keluar-keluar.." ujar sabila yang dari tadi terus mengetuk pintu kosannya indira.

"Sebentar ya sayang.. papa lagi usaha nelfon tante indiranya ini.."jawab damar yang sedang menenangkan putrinya.

Damar dan sabila berencana mengajak indira pergi jalan-jalan. Ia sudah menunggu selama setengah jam di kosan indira namun indira juga tak kunjung pulang.

Bahkan di telfon pun indira tidak menjawabnya sama sekali. Saat keluar dari mobil adit indira tidak membawa tasnya, sedangkan ia sekarang tertidur di pelukan adit.

Damar sudah putus asa menunggu terlalu lama di kosan indira. Akhirnya ia mengajak putrinya pulang dan kembali esok hari saja.

"Sayang.. kayaknya tante indiranya lagi keluar dan gak bisa pulang cepat.. jadi besok aja ya kita jalan-jalannya.." ujar damar meyakinkan putrinya agar mau mengerti.

"Baiklah pa.. tapi janji ya besok kita kesini lagi.." pinta sabila.

"Iya sayang papa janji.. yuk kita pulang sekarang.." ujar damar.

Dengan perasaan yang kawatir damar berjalan menuju mobilnya, tidak biasanya indira tidak mengangkat telfon darinya. Saat ini damar kebingungan karena tidak tau dimana keberadaan indira saat ini.
Ia terus menoleh ke belakang berharap indira tiba-tiba ada di dalam kosan dan membuka pintunya.

🦋🦋🦋

Haii para readers..
Kira-kira kalian dukung kapal yang mana ini..

Indira & Damar
Atau
Indira & Adit
😆

CINTA UNTUK MAS DOKTER [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang