JANGAN LUPA KLIK VOTENYA.
Adit terdiam saat Indira melepas pelukannya dari dirinya. Sontak matanya memerah dan perlahan akan banjir air mata. Untuk kesekian kalinya Indira juga tidak mau menerima dirinya padahal ini adalah kali terakhir dirinya berusaha untuk memiliki Indira. Namun sepertinya usahanya tidak akan membuahkan hasil seperti yang ia inginkan.
Indira masih tertunduk tanpa berkata sepatah kata pun. Adit menatapnya dengan rasa yang tidak bisa diungkapkan. Perlahan Adit berbalik arah dan berjalan pergi.
Namun, langkah kakinya terhenti saat ia merasakan tubuhnya di tubruk oleh sesuatu. Adit terdiam karena ternyata Indira yang memeluknya dari belakang.
"Jangan pergi dulu.. dengerin dulu.." ujar Indira sambil memeluk erat Adit.
Adit langsung berbalik arah dan kini mereka jadi saling berhadapan.
"Mas harus dengerin apa? Denger penolakan kamu lagi?" Tanya Adit.
"Bukan gitu mas..." jawab Indira sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Jadi apa?"
"Itu.. anu... emm.. aku..."
"Aku apa? Ngomong dong Ra.. katanya tadi mas harus dengerin dulu.. jadi apa yang mau kamu ngomongin?" Ujar Adit yang terus memaksa.
Indira gelagapan sendiri saat Adit terus menerus memaksanya untuk bicara.
Karena bingung harus melakukan apa sontak Indira melakukan hal yang tidak pernah terbayangkan olehnya sama sekali.
Cup!!
"Hati-hati dijalan mas.." ujar Indira,namun setelah itu ia kabur masuk ke dalam kosannya.
Ciuman singkat mendarat dibibir Adit.
Adit terdiam sampai melotot karena mendapat serangan mendadak seperti itu. Saat ia sadar Indira sudah menghilang dari hadapannya.
"Gadis itu..." gumam Adit sambil menyunggingkan senyumnya sampai lebar.
"I LOVE YOU TOO Raaaaaa... Na do Saranghaeyoooo..." Teriak Adit girang sambil loncat-loncat.
Indira mengintip dibalik gorden jendela kosannya tertawa geli melihat tingkah konyol pria yang ia cintai itu.
"Cihh!! Kenapa jadi lebay gitu sih.. lagian kapan aku ucapin kata I love you kepedean banget.." gumam Indira sambil mengigit gordennya sendiri karena gemas melihat tingkah Adit.
Adit sudah seperti orang kurang waras teriak-teriak dan loncat-loncat di tengah malam. Untung tetangga tidak ada yang bangun dan melemparinya dengan piring.
***
"Paaa.. Sasya gak mau pa kalo mas Adit sama wanita lain pa..hiks..." ujar Sasya sambil menangis tersedu-sedu.
"Tenang sayang.. kamu jangan menangis terus.. " ujar Bryan papanya Sasya.
"Papa lihat sendiri kan gimana mas Adit narik paksa wanita itu kalo bukan karna mas Adit ada hubungan spesial sama dia.. papa lihat sendiri kan?" Teriak Sasya.
"Saysa kendalikan dirimu, tidak baik kamu seperti ini.. Papa tau kamu sedih, tapi papa tidak bisa memaksakan kehendak kepada Adit.. Adit berhak menentukan apa yang ia inginkan.. papa tidak ingin memakasakannya, papa tidak ingin Adit nantinya pura-pura mencintai kamu nak..." ujar Bryan mencoba memberi pengertian kepada putrinya.
"Hiks.. hiks.. tapi Sasya cinta sama mas Adit pa.. kenapa papa gak mau ngerti.."
"Papa ngerti sayang.. papa ngerti.. tapi semuanya tidak bisa di paksakan sayang bahkan cinta sekalipun.."ujar Bryan sambil memeluk Sasya.
"Seperti saat papa sama mama kan? Mama terpaksa menikahi papa dan akhirnya mama pergi terus kecelakaan.. iya kan pa?"ujar Sasya.
Bryan langsung kaget saat putrinya mengetahui kisah dirinya saat bersama istrinya dulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA UNTUK MAS DOKTER [END]
RomanceMencintai pria yang masih mencintai wanita lain sungguh sangat menyakitkan. Tidak pernah di sangka oleh Indira ia akan jatuh hati dengan Adit yang hatinya masih menyimpan perasaan kepada mantan kekasihnya. Penasaran? Silahkan di baca.. Maaf jika ba...
![CINTA UNTUK MAS DOKTER [END]](https://img.wattpad.com/cover/268755534-64-k773782.jpg)