JANGAN LUPA KLIK VOTENYA.
Indira sudah duduk di kursi meja makan menunggu mie goreng buatannya Adit di sajikan. Adit masih sibuk menata mie goreng di piring namun terlihat sangat lama entah apa yang di kerjakan olehnya.
"Mas.. belom siap?? Perlu aku bantuin?" Teriak Indira.
"Sebentar lagi siap sayang.. tunggu yaa.." jawab Adit.
Indira senyum-senyum sendiri sambil memainkan hiasan mainan di atas meja. Indira jadi membayangkan jika ia kelak sudah menikah dengan Adit maka pemandangan dan momen seperti ini akan selalu di rasakannya setiap hari.
"Kenapa senyum-senyum sendiri gitu sih? Mikirin mas yaaa?" Ujar Adit sambil membawa mie goreng dan kopi di tangannya.
"Ihhh mas kepedean.. siapa juga yang mikirin mas.. aku cuma lagi mikirin hal-hal yang lucu aja kok.." jawab Indira menyangkal padahal kenyataannya apa yang di katakan Adit adalah benar.
"Ini mie buat aku mas?" Tanya Indira yang mulai antusias dengan mie yang ada di depannya.
"Bukan sayang.. itu punya mas, sebentar ya mas ambilin punya kamu.." jawab Adit.
Indira hanya mengangguk girang karena tidak sabar ingin makan mie goreng buatan kekasihnya itu.
Mendadak Adit membawa sebuah piring yang di tutupi dengan teflon hingga menutupi seluruh permukaan piring.
"Mas kok musti ada wajan begini sih.." ujar Indira kaget bahkan ia ingin tertawa saja.
"Kan biar spesial sayang.. biar kayak di restauran mahal.. mas kan gapunya penutup kayak di mereka jadi mas pake wajan aja sih gapapa yaaa.. hahahahaha" jawab Adit yang langsung tertawa dengan tingkahnya sendiri.
Indira menahan tawanya namun ia merasa bahagia di perlakukan seperti itu oleh Adit.
"Gue ngerasa jadi wanita yang paling bahagia gini sih.. sumpah lucu.. tapi gur suka.." gumam Indira di dalam hati.
Dengan perlahan ia membuka telfon yang menutupi piring mie gorengnya. Lalu tiba-tiba Indira kaget dengan apa yang ada di dalamnya. Sangking kagetnya mulutnya sampai ternga-nga dengan keadaan seperti itu ia menoleh ke arah Adit.
"Mas ini apa?" Tanya Indira yang masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
"Mie goreng.." jawab Adit singkat.
"Iya aku tau mas itu mie goreng.. tapi... bukan itu yang jadi pertanyaanku.." ujar Indira lagi.
Mendadak Adit berlutut di lantai sambil menarik tangan Indira. Sontak Indira pun menoleh dan hendak menarik Adit agar tidak berlutut di lantai.
"Mas mau ngapain sih ini pake berlutut di lantai begini.. duduk di kursi dong mas.." ujar Indira.
"Dengerin mas dulu sayang.." ujar Adit.
Indira pun terdiam dan membiarkan Adit melakukan apa yang ingin di lakukannya.
"Meski ini sangat tidak romantis, tidak ada lilin bahkan cincin sekalipun apalagi bunga.. mas tidak mempersiapkan apa pun.. maaf hanya mie goreng yang bisa mas persembahkan untuk kamu Ra.. tapi satu hal yang harus kamu tau, mas sangat dan begitu mencintaimu bahkan karena rasa sayang ini mas ingin mengajak kamu pergi ke KUA bersama-sama.. apakah kamu mau?" ujar Adit.
Indira masih terdiam membisu ia sama sekali tidak bisa mencerna apa yang di dengarnya bahkan saat ia membaca tulisan yang ada di piring ia masih berfikir Adit hanya ingin bercanda dengannya.
"Aku... akuuu... gak mau mas..." jawab Indira.
Sontak Adit kaget setengah mati mendengar jawaban penolakan dari Indira. Ia tidak menyangka bahwa Indira akan menolak lamarannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA UNTUK MAS DOKTER [END]
RomanceMencintai pria yang masih mencintai wanita lain sungguh sangat menyakitkan. Tidak pernah di sangka oleh Indira ia akan jatuh hati dengan Adit yang hatinya masih menyimpan perasaan kepada mantan kekasihnya. Penasaran? Silahkan di baca.. Maaf jika ba...
![CINTA UNTUK MAS DOKTER [END]](https://img.wattpad.com/cover/268755534-64-k773782.jpg)